Warga Pemilik Lahan TPA Tanjungrejo Tagih Ganti Rugi

Warga Pemilik Lahan TPA Tanjungrejo Tagih Ganti Rugi

KUDUS, isknews.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, di bawah naungan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CitaKaru) Kabupaten Kudus, yang berlokasi di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, ternyata sebagian dari tanah yang digunakan, statusya masih milik warga desa setempat.  Pemakaian tanah itu menimbulkan persoalan, karena pemiliknya, Abdul Malik, hingga kini belum menerima ganti rugi atau bayaran atas pembelian tanah tersebut, sejak sekitar 1996 hingga kini.

Kepala Desa Tanjungrejo, Yuli Lukmonowati, melalui Kaur Keuangan, Margono, yang dihubungi isknews.com, Senin (11/7), membenarkan hal itu. Menurut dia, tanah yang diguakan oleh TPA milik Pemkab itu memang semuanya asalmulanya adalah milik Warga Desa Tanjungrejo. Dari luas tanah sekitar 2 hektar itu, hanya tinggal sekitar 1400 meter persegi yang belum dibayar oleh dinas terkait. “Menurutketerangan Abdul Malik selaku pemiliknya, tanah tersebut sudah digunakan untuk perluasan TPA.”

BACA JUGA :  Tari Kretek Akan Segera Luncurkan Buku Panduan

Pihak Dinas Ciptakaru, ungkapnya lanjut, sudah menguasai tanah milik Abdul Malik itu, sejak 2002-2003, atau selama 10 tahun lebih. Selama itu pula, Abdul Malik berusaha mengurus agar ada penyelesaian mengenai ganti rugi tanahnya kepada dinas yang bersangkutan, namun hingga kini belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

“Dari pihak desa, karena permasalahannya menyangkut warga kami,  Pemerintahan Desa Tanjungrejo pun sudah berusaha memfasilitasi antara Abdul Malik dengan DinasCiptakaru, agar masalah pembayaran ganti rugi itu bias di selesaikan,” tegas Margono

Sebelumnya Abdul Malik dengan didampingi kuasa hukumnya, Kamis (30/6) sempat mengadu ke DPRD Kudus. Ia sempat ditemui Wakil Ketua DPRD, Ilwani. Hadir pula pada mediasi itu Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Sumiyatun dan Kabag Aset Daerah, Edy Joko Pranoto.

Pada pertemuan yang juga dihadiri perwakilan BPN Kudus itu, Malik meminta Pemkab segera melunasi pembayaran pembelian tanah miliknya sebelum Lebaran. Sesuai perjanjian, ia melepas tanah seluas sekitar 1.000 m2 miliknya seharga Rp 430 juta. ”Sejak digunakan saya tidak bisa menggarap lahan. Saya berharap Pemkab segera membayar sesuai harga tanah yang telah disepakati.

BACA JUGA :  Berwirausaha? Bisnis? Konsep Penghasilan Tambahan

Sementara itu Sumiyatun Kepala Dinas Ciptakaru yang pada saat itu ikut hadir membantah Pemkab disebut mencaplok tanah warga ketika proses pembelian lahan tersebut, kata dia, Pemkab ragu melakukan pembayaran karena ada dua gambar denah tanah berbeda.

Karena itu, dirinya meminta BPN mengukur ulang. Hanya pengukuran ulang tak bisa dilakukan jika pemilik lahan tidak mengajukannya ke BPN. ”Uangnya sudah ada. Masalahnya, kami perlu berhati-hati karena ada keraguan atas denah lahan yang kami terima. Hanya saja lanjut dia, pembayaran tak bisa dilakukan sebelum Lebaran sesuai permintaan pemilik lahan. Pasalnya, hari-hari tersebut sudah mendekati masa libur cuti bersama Lebaran. ”Padahal masih harus diukur ulang. Semua tergantung pemilik lahan agar segera mengajukan pengukuran ulang sehingga proses pembayaran bisa segera dilakukan.” Katanya.

BACA JUGA :  Konservasi Lereng Gunung Muria 5 Paramotor Tebarkan Biji Tanaman Untuk Konservasi Lereng Gunung Muria

Wakil Pimpinan DPRD Ilwani yang ketika itu memimpin jalannya audiensi antara Malik dan instansi-instansi terkait itu melihat persoalan ini sebagai bentuk miskomunikasi antara pemilik lahan dan Pemkab. Karena sudah ada titik temu, ia berharap semua pihak bersabar terkait tindaklanjutnya. ”Tapi jangan sampai pembayaran tertunda hingga tahun anggaran berikutnya karena proses akan semakin ruwet dan lama.”

isknews.com yang memantau langsung ke TPA Tanjungrejo, Minggu (10/7), melihat tanah yang menjadi sengketa itu, sesuai yang diterangkan Margono, letaknya di ujung barat TPA. Kondisi tanah permukaannya lebih rendah dari tanah TPA yang sudah digunakan, sebagian tanahnya, yakni akses jalan, sudah diratakan. (DM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post