1

Warga Pengrajin Genting Ngembal Kulon Panas, Diadukan Ke Medsos Gubernur Soal Polusi Asap

Kudus, isknews.com – Berawal dari sebuah laporan warga Desa Ngembal Kulon Jati Kudus, melalui sebuah akun media sosial (medsos) yang ditujukan kepada akun medsos Gubernur Jawa Tengah, IA (26) warga desa setempat, mengadukan kepada Akun Ganjar Pranowo, terkait dampak dari asap pembakaran genting, yang memang jamak menjadi sebagian besar mata pencaharian warga desa Ngembal Kulon Jati Kudus, demikian seperti disampaikan Kapolsek Jati, AKP. Catur Kusuma Adhi.

Ditambahkannya, kronologi kejadian, Jum’at (9/9/16) IA,  menyampaikan keluhan masalah asap di desanya melalui twitter, sehingga banyak warga Desa Ngembal Kulon yang membaca cuitan perempuan tersebut, apalagi membaca resepon dari Gubenur Jateng, yang dirasa kurang menguntungkan bagi para pengrajin genting, sehingga akhirnya mereka mengadukan permasalahan tersebut kepada Kepala Desa Ngembal Kulon, Arimi.

Demi mendengar permasalahan tersebut, Kepala desa langsung merespon dengan membuat surat undangan Dialog kepada warga pengrajin genting dan AI   sebagai pihak pengadu dan beberapa pihak yang menganggap polusi asap di desanya telah dianggap parah, selasa (13/09/2016), pukul 10.00 wib, undangan juga di berikan kepada instansi yang terkait, Dinas Perindustrian dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus.

Undangan untuk warga pengrajin adalah sebanyak 60 org, akan tetapi pada faktanya pada jam 09.30 wib, warga yg sudah hadir lebih dari 125 org, karena warga yang datang melebihi jumlah yang di undang, maka pihak Desa pun sempat kewalahan dan akhirnya mengundang aparat keamanan, baik dari kepolisian maupun TNI, apalagi warga sudah emosional meminta agar IA meminta maaf kepada mereka  di hadapan warga yang saat itu sedang berkumpul di aula Bala Desa.

Akhirnya dengan didampingi Kades dan Camat  Jati Kudus Andrias, serta Babinkabtibmas dan Babinsa, IA akhirnya bersedia menyampaikan permintaan maafnya di hadapan warga,  setelah di berikan pengarahan dan pengertian oleh Camat wargapun akhirnya bersedia membubarkan diri, dengan janji camat bahwa mereka akan di undang lagi untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan aduan dan keluhan masyarakat terkait usaha mereka.

Baca Juga :  RAMAI BEREDAR DITEMUKAN MAYAT DI TERAS WARGA JUWANA

Sementara itu Kades Ngembal Kulon, Arimi dalam komentarnya kepada media ini menyampaikan, “bagi kami yang penting warga kami kondusif dahulu, sedangkan terkait dengan polusi asap yang dikeluhkan nanti akan dibicarakan dan dikaji lebih lanjut oleh instansi dan dinas teknis yang membidangi hal tersebut” ujar Kades perempuan ini singkat.

Camat Jati, Andrias Wahyu di kesempatan yang sama  menyampaikan, “Kedua belah pihak baik pelapor maupun pengusaha harus sama-sama saling memahami, kalau ada apa apa terkait asap dan sebagainya bisa di carikan solusi bersama-sama, intinya tadi sudah diberikan penjelasan oleh wakil dari Kantor Lingkungan Hidup dan dari pihak Dinsa Perindustrian Koperasi dan UMKM tentang solusi yang akan di  aplikasikan untuk meminimalisasi dampak, ini nanti mereka akan kami undang lagi, pokoknya yang penting semua bisa dikomunikasikan,” jelas Camat. (YM)

Baca Juga :  Lagi, Peziarah Meninggal Di Undakan Tangga Makam Sunan Muria

 

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?