Warga Resah Aksi Begal Dan Jambret Marak Di Getassrabi

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Beberapa waktu lalu beredar informasi dari warga adanya teror begal dan jambret yang terjadi di jalan Getassrabi, Kecamatan Gebog. Hal itu membuat warga khususnya perempuan menjadi resah ke luar malam sendirian, karena kondisi jalan yang sepi dikhawatirkan terjadi tindak kejahatan.

ilustrasi. (ISKNEWS/ARIF)

Salah seorang warga Padurenan Malihatul Isnaini mengatakan, di sekitar kawasan Lapangan Sipengkok, Getassrabi beberapa kali terjadi aksi penjambretan. Rata-rata korbannya adalah perempuan yang melintas sendirian.

”Beberapa kali terjadi pembegalan dan penjambretan. Terakhir saya dapat kabar korbannya perempuan asal Getassrabi yang dijambret dua orang tak dikenal pada Sabtu, 04 Maret 2017,” ujarnya, Selasa (07/03/2017).

Dia mengungkapkan, akibat kabar teror penjambretan tersebut membuat warga sekitar khususnya perempuan takut jika ke luar malam.

TRENDING :  Kudus, Setiap 1 Minggu Terjadi 2 Kasus Curanmor

”Kita jadi was-was kalau hendak ke luar malam sendirian melintasi kawasan situ mas. Setiap habis maghrib apabila melintasi kawasan sana gak berani sendirian, harus meminta tolong ditemani saudara atau yang lain,” tutur Isna.

Senada dengan Isna, Riroh warga Desa Getassrabi juga merasa resah dengan teror begal dan jambret di wilayahnya. ”Tidak hanya di sekitar Lapangan Sipengkok saja, tapi di jalan lainnya juga sama rawannya,” jelasnya.

Jalan yang dimaksud antara lain dari Dukuh Muneng menuju Gribig, Karangmojo, Srabi Lor (Getassrabi utara), arah Dukuh Winong, arah Padurenan. ”Bahkan yang paling parah di jalan Winong pernah kejadian siang hari dengan korban seorang perempuan,” imbuhnya.

TRENDING :  Dua Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan Saat "Ngamar" Di Tempat Kos

Ditambahkannya, pada saat kejadian di Dukuh Winong seorang perempuan dirampas kalung emasnya. Pelaku dua orang laki-laki tak dikenal mengendarai sepeda motor berboncengan.

Terkait kabar seorang perempuan warga Getassrabi pada Sabtu, 04 Maret 2017 malam yang menjadi korban penjambretan, dia mengatakan informasi di masyarakat ada dua versi. Ada yang mengatakan memang benar korban penjambretan, ada yang mengatakan korban kecelakaan.

Meski begiti Riroh berharap, teror penjambretan atau pembegalan di Getassrabi menjadi perjatian serius pihak keamanan. “Sebab masyarakat sudah sangat resah. Kalau bisa ada petugas kepolisian yang mengawasi kawasan yang rawan. Sehingga warga merasa tenang saat bepergian,” pungkasnya.

TRENDING :  Ternyata Ini Motif Begal di Jalan Lingkar Utara Kudus

Terpisah Kapolsek Gebog AKP Muhaimin mengatakan, terkait keresahan warga tentang teror jambret dan begal di Getassrabi, hingga kini pihaknya belum menerima laporan dari warga. Sehingga belum bisa mengambil tindakan.

“Sampai saat ini belum ada laporan terkait ancaman atau teror jambret di sana,” tegasnya.

Meski begitu, Muhaimin akan menindaklanjuti kabar teror jambret dan begal di Getassrabi. “Kami akan berkoordinasi dengan Babinkamtibmas setempat memantau kabar teror tersebut,” imbuhnya.

Dia mengimbau, apabila memang benar ada kejadian penjambretan atau begal di Kecamatan Gebog, segera melaporkan ke Polsek Gebog. Supaya hal-hal yang tidak diinginkan dapat diantisipasi dan warga merasa tenang dalam beraktivitas. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.