Warga Sayangkan Adanya Ijin Baru Terkait Ijin Lingkungan Yang Dikeluarkan Gubernur

Semarang, isknews.com – Aksi longmarch warga Pegunungan Kendeng asal Rembang yang selama beberapa hari berjalan kaki telah tiba di Kantor Gubernur Jawa Tengah Semarang hari ini. Massa yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) yang terdiri dari warga masyarakat, elemen mahasiswa dan juga aktifis ini dalam aksinya yang digelar didepan Kantor Gubernur Jawa Tengah sejak jumat (9/12) pagi.demokendeng-jd

Massa yang berjumlah ratusan ini mempertanyakan izin lingkungan baru yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ratusan massa ini kemudian diterima aspirasinya oleh Asisten 1 Gubernur Jawa Tengah, Siswo Laksono yang mewakili Gubernur Jawa Tengah yang tidak dapat bertemu oleh warga masyarakat yang melakukan aksi dikarenakan ada acara diluar kota.

Baca Juga :  Pande Besi Hadipolo Kudus

Siswo Laksono memberikan penjelasan kepada warga yang melakukan aksi di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

“Yang pertama telah mencabut keputusan Gubernur Nomor 660.1/17/2012 tanggal 7 Juli tahun 2012 tentang izin lingkungan penambangan sekaligus memberikan izin penambangan semen indonesia. Jadi sebelum Pak Gub menerima secara resmi keputusan PK tanggal 17 dan tanggal 9 sudah diterbitkan keputusan tentang izin lingkungan,” Ujarnya.

Dalam izin lingkungan baru itu Gubernur Jawa Tengah menerbitkan Keputusan Gubernur tanggal 9 November 2016 Nomor 660.1/130/2016 tentang izin lingkungan kegiatan penambangan bahan baku semen dan pengoperasian pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang.

Penerbitan izin baru tersebut karena adanya beberapa faktor. Yakni perubahan nama dari Semen Gresik ke Semen Indonesia, serta perubahan data data pendukung terkait informasi lahan, kondisi tanah, dan bebatuan.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kendeng Pati Naik Truk Gelar Unjuk Rasa Tolak Pabrik Semen Di Kantor Gubernur Jateng

Penjelasan Asisten 1 ini justru disayangkan Koordinator JMPPK Gunretno atau yang biasa disapa mas Gun menyayangkan penerbitan izin baru karena diketahui MA telah melansirkan putusan yang mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) terkait izin lingkungan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia.

“Kagetnya warga Kendeng dengan mencabut izin yang dulu tapi mengeluarkan izin baru. Ini kan proses konfliknya berkepanjangan dan jelas ada kesepakatan warga Kendeng harus dilakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS),” ujarnya.

Dalam KLHS, menurut Gun menjelaskan jika pihaknya meminta agar izin-izin harus dihentikan dan jangan melakukan kegiatan tetapi ini malah mengeluarkan izin baru. Gunretno menyayangkan Pemprov yang tidak mengkomunikasikan dengan warga terkait penerbitan izin baru.

Baca Juga :  Risol unik isi coklat

Untuk langkah selanjutnya, JMPPK ingin mengetahui bukti pencabutan izin lama dan penerbitan izin baru untuk nantinya dikaji “ nanti kita (warga-red) kaji dulu bagaimana untuk berembug ke warga dan ini akan dilakukan secara hati-hati,” Ujarnya.(Hkr)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?