Warisi Semangat AR Fakhrudin, PDM Gelar Nonton Bareng Film “Meniti 20 Hari”

Warisi Semangat AR Fakhrudin, PDM Gelar Nonton Bareng Film “Meniti 20 Hari”

Kudus, isknews.com – Masih dalam rangkaian memeriahkan Milad Muhammadiyah ke 108 H atau ke 105 M, Pimpinan Derah Muhammadiyah (PDM) Kudus smalam menggelar kegiatan Nonton Bareng sebuah film karya Lembaga Seni Budaya Dan Olahraga (LSBO) Muhammadiyah pusat yang berjudul “Meniti 20 Hari” di Aula Auditorium Kampus STIKES Muhammadiyah Jalan Ganesha Purwosari Kudus, Sabtu (05/11/17).

Dibuka oleh ketua PDM Kudus, Dr Achmad Hilal Madjdi dalam sambutannya menyampaikan, tokoh Rozak dalam film tersebut adalah KH AR Fakhrudin salah satu mantan ketua umum PP Muhammadiyah, filem berdasarkan kisah nyata ini penuh dengan semangat pak AR fahrudin untuk bermuhammadiyah walaupun banyak rintangan yang dilalu,

“Saya berharap generasi muda Muhammadiyah memiliki semangat bermuhammadiyah seperti apa yang diceritakan tokoh dalam film tersebut AR Fakhrudin,” ungkapnya.

TRENDING :  Anggota Parpol Wajib Tunjukkan KTA dan KTP Asli Saat Verifikasi

Acara yang juga menghadirkan pengurus LSBO pusat ini diikuti oleh sekitar 700 penenton yang sebagian di dominasi para siswa dan pelajar serta mahasiswa Muhammadiyah, acara di mulai pada sekitar pukul 20.00 petang.

Film “Meniti 20 Hari” adalah bersifat intertain-hiburan merupakan fakta sejarah berdasar kejadian nyata dimasa lalu dan film popular yang dapat ditonton oleh semua khalayak tingkatan dan atau status : sosial, ekonomi, demografi, budaya maupun politik.

Film menceritakan tentang seorang remaja anggota kepanduan Hisbul Wathan (HW) bernama Rozaq, yang kelak menjadi ketua PP Muhammadiyah KH AR Fachrudin (1968-1990), yang terpaksa bersepeda ontel dari Kota Paembang menuju Kota Medan bersama 11 orang kawannya demi bisa menghadiri kongres Muhammadiyah ke 28 pada tahun 1939 (sekarang Muktamar) di Kota Medan dengan jarak 1300 KM.

TRENDING :  Danramil 08/Gebog Jalin Silaturahim Dengan Masyarakat Lewat Sholat Jum'at Keliling

Dimulai dengan suasana anak Pandu HW yg ceria, pantang menyerah dan mempunyai ketrampilan. mereka begitu gembira ketika memperoleh undangan Muktamar di Kota Medan. Disinilah petualangan pandu HW dimulai,  perjalanan dari Palembang menuju ke Kota Medan sejauh 1300 km yang mereka tempuh selama 20 hari.

Perjaanan menuju Medan semula dilakukan dengan kapal tetapi karena cuaca buruk akhirnya kapal tidak bisa berlabuh. Nyaris gagal menuju Medan, HW pantang menyerah dengan sejuta semangat Rozak mengajak teman-teman HW yang lain melanjutkan ke kota Medan dengan meniti sepeda.

Hanya jiwa pejuang dan petualang yg datang. Hari demi hari meniti perjalanan, kesabaran, berbagi, kasih sayang, kepemimpinan. Dakwah dg kelembutan merangkul, memberi solusi dg cara menggembirakan. Kita diajarkan dakwah di masyarakat tidak di podium.

TRENDING :  Forum Penyelamat PAN, Laporkan Temuan Penyimpangan LPJ Keuangan Bendahara Partai

Film yang di rilis pada pertengahan bulan maret 2017 tersebut merupakan sebuah karya dari Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah, harapan nya dengan adanya film tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para generasi Muhammadiyah saat ini.

Nuron Wakhid dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kudus mengatakan, “ film ini merupakan sebuah karya fenomenal dan menjadi contoh yang sangat bagus bagi generasi muda Muhammadiyah, saya berharap semua kader Muhammadiyah kususnya kawan-kawan saya di Hizbul Wathan meneladani kisah pak AR muda yang dengan semangat melakukan perjalanan panjang dengan menggunakan seragam Hizbul Wathan untuk mengikuti Kongres Muhammadiyah di Medan”ungkapnya.-

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post