Wasit Dituding Menghina Manajer Persela, Begini Klarifikasi Pengurus Perwasitan Kudus

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Pengurus perwasitan Kudus Irpan mengkalirifikasi tudingan tindakan tidak menyenangkan yang dialamatkan kepada wasit cadangan saat Persela Lambangan melawan Pop Makara, dalam lanjutan babak penyisihan Grup B Divisi I U-23 Askab PSSI Kudus, di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu (03/01/2018).

Saat itu sesaat setelah terjadinya protes karena wasit Damar memberikan hadiah penalti untuk Pop Makara, tiba-tiba manajer tim Persela marah luar biasa hebat kepada wasit cadangan Imam Handoko.

Menurut Dwi Setiawan, emosinya tersulut akibat perkataan Imam yang mengatakan goblok terhadap dirinya. Dwi menganggap hal itu tidak etis karena hal itu dilakukan oleh wasit yang seharusnya mengerti aturan yang berlaku dalam sepak bola.

Bahkan dia menyebut Imam tidak faham dan sering melakukan keputusan yang salah dalam beberapa pertandingan yang dipimpinnya.

Dwi yang mengaku merupakan seorang wasit dan memiliki lisensi C1 sangat menyayangkan perkataan Imam yang ditujukan kepadanya. Dia meminta Askab PSSI Kudus mengevaluasi kinerja Imam, kalau perlu diganti saja tidak usah dipakai lagi.

TRENDING :  "ISK TV - SSBC KUDUS ( SUKUN SPECIAL BICYCLE COMMUNITY) GOWES GANG TO GANG KABUPATEN KUDUS"

Menanggapi hal itu salah satu pengurus perwasitan Kudus Irpan memberikan klarifikasi. Menurut Irpan pernyataan manajer Persela dianggap tidak berdasar. Dikatakannya, selesai pertandingan, seluruh wasit yang memimpin langsung dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan Imam Handoko, tidak pernah ada kata goblok yang dilontarkan kepada Dwi Setiawan. Bahkan menurutnya itu hanya mengada-ada saja utnuk mencari alasan karena tidak puas timnya dijatuhi hukuman penalti.

Irpan menambahkan, Dwi Setiawan dalam setiap mendampingi timnya bertanding selalu bersikap arogan dan merasa paling benar sendiri. Terlebih Dwi selalu mengaku merupakan seorang wasit, sehingga menganggap keputusan wasit kerap salah menurutnya.

”Kalau dia merupakan seorang wasit harusnya paham tentang bagaimana harus memutuskan suatu kejadian. Penalti yang diberikan kepada timnya itu wajar saja karena bola mengenai tangan di kotak terlarang,” ujarnya.

TRENDING :  Musim Ini Persijap Gunakan Apparel Asal Malaysia

Irpan juga mengklarifikasi pengakuan Dwi yang merupakan wasit berlisensi C1, dia menyatakan lisensi yang dimiliki Dwi yang benar adalah C3. Terlepas dari hal itu pihaknya akan mengevaluasi kepemimpinan wasit yang menjadi sorotan, termasuk Imam Handoko yang di beberapa pertandingan menjadi sorotan.

Sementara itu manajer Persela Dwi Setiawan saat dikonfrimasi ISKNEWS.COM, Kamis (04/01/2018), mengungkapkan, apa yang dikatakan pengurus perwasitan Kudus Irpan keliru besar. Dia mempertanyakan apakah pada waktu itu Irpan melihat secara langsung kejadian handball yang dilakukan pemainnya.

Sebab menurutnya posisi Irpan jika dibandingkan dengan Dwi lebih dekat dirinya dengan kotak penalti Persela. “Posisi Irpan lebih dekat saya dan jelas mengenai dada pemainnya bukan tangan. Kenapa bisa diputuskan menjadi penalti, itu kan aneh,” keluhnya.

Ditambahkan Dwi, yang lebih aneh lagi adalah ketika wasit Damar meniup peluit untuk memberikan hadiah penalti terjadi jeda sekitar lima detik. Itu dilakukan setelah salah satu pemain Pop Makara bilang kepada wasit bahwa handball, baru ditiup peluitnya.

TRENDING :  Ibu Ibu PKK Ikuti Lomba Senam Guna Peringati Hari Kartini

“Itu yang saya pertanyakan. Wajar saja manajer tim protes ketika timnya merasa dicurangi. Dan saya juga mempertanyakan tindakan saya yang arogan itu yang mana kok sampai dibilang arogan?,” imbuhnya.

Terkait lisensi kewasitan yang dimilikinya, dia mengungkapkan memang benar C3. Menurutnya kemarin terjadi kesalahan informasi terkait pemberitaan di ISKNEWS.COM yang menyebutkan lisensinya adalah C1.

Terpisah Ketua Askab PSSI Kudus Sutrisno menyatakan akan mengevaluasi total kompetisi Divisi I. Menurutnya tidak hanya wasit saja yang akan dievaluasi, tetapi termasuk regulasi pemain yang akan diterapkan.

Diketahui banyak penonton yang selalu menggemborkan banyak pemain luar Kudus yang diambil peserta Divisi I. Namun hal itu tetap akan menjadi kajian pihaknya. ”Semua akan kita evaluasi besok, Jumat (05/01/2018),” ujarnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :