Waspada, Resiko Dimensia Meningkat Paska Stroke

oleh

Kudus, isknews.com – Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 Stroke adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia.  Sehingga resiko terjadinya demensia meningkat setelah stroke, dan demensia pasca stroke  adalah salah satu penyebab utama disabilitas pada pasien stroke.

Demensia atau pikun adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan kombinasi dari penurunan ingatan, kesulitan merawat diri sendiri, kewaspadaan diri dan sikap serta sulit dalam membuat keputusan yang disebabkan oleh beberapa stroke dan mempengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab terhadap integrasi memori, tingkah laku, kewaspadaan dan perawatan diri.

Dirut RS Mardi Rahayu Kudus, dr. Pujianto saat menunjukkan peragaan penggunaan meja Tilting yang digunakan untuk fisioterapi atau latihan pasien untuk berdiri tegak sebagai bagian dari upaya latihan pemulihan misalnya pasca stroke. (Foto: YM)

Gejala penyakit stroke saat ini tidak hanya dialami orang tua karena kasus anak muda terkena stroke sudah mulai bermunculan, kata Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dokter Pujianto.

“Selama ini pasien stroke berusia 40 tahun lebih. Akan tetapi, saya sudah menangani tiga pasien stroke dengan usia kurang 40 tahun,” katanya di sela-sela pembukaan Seminar Awam “Demensia Pascastroke” di Aula Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus di Kudus, Sabtu (23/02/2019).

TRENDING :  RS Mardi Rahayu Resmikan Ruang Baru Hemodialisis Di Peringatan Hari Ginjal Sedunia

Seminar yang menghadirkan narasumber dokter spesialis penyakit dalam Christian Widjaya dan Noviandi Herlambang ini menjelaskan tentang pentingnya kalangan usia muda juga mewaspadai hal itu dengan menerapkan pola hidup sehat, Bahkan, lanjut dia, ada pula pasien dengan usia cukup muda, yakni 18 tahun, sudah terkena gejala stroke.

Untuk itu, kata Pujianto, masyarakat harus mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat, makan teratur, cukup gizi, serta rajin berolahraga.

” Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah untuk mengenalkan penderita stroke tentang demensia pasca stroke. RS Mardi Rahayu memandang penting sekali melakukan edukasi kepada masyarakat awam tentang seluk beluk penyakit Stroke. Telah beberapa kali seminar umum dilaksanakan oleh RS Mardi Rahayu dan hari ini dengan topik demensia pasca stroke,” tuturnya.

TRENDING :  Kabar Gembira Untuk Penderita Batu Ginjal, Sekarang Penyembuhan Tak Perlu Operasi

Unit Stroke, merupakan salah satu layanan unggulan RS Mardi Rahayu seteleh Trauma Center. Pelayanan pasien stroke menjadi prioritas dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien di RS Mardi Rahayu. ”Untuk itu, pada (29/9) tahun lalu, telah diresmikan Gedung Medik Sentral Galilea dimana pada seluruh lantai V di khususkan untuk perawatan pasien stroke secara komprehensif,” imbuhnya.

 Dalam Unit Stroke terdapat 24 perawat yang terlatih secara profesional. Fasilitas didalamnya antara lain, 23 bed untuk pasien stroke, yang meliputi 6 bed untuk pasien stroke akut atau baru. Semua pasien bisa menerima kelas perawatan tanpa dibedakan atau tanpa kelas.

Selain itu masih ada 17 bed untuk perawatan pasien pasca stroke. Yang terdiri dari 3 bed untuk kelas VVIP, 1 bed untuk kelas VIP, 4 bed untuk kelas I, 4 bed untuk kelas 2 dan 5 bed untuk kelas 3. Seluruhnya bisa dimanfaatkan oleh pasien peserta BPJS Kesehatan maupun pasien lainnya.

TRENDING :  PROSES PENUTUPAN SURVEY AKREDITASI BLUD UPT PUSKESMAS GRIBIG

Ruang perawatan Stroke satu lantai tersebut juga dilengkapi dengan taman dan ruang fisioterapi atau rehabilitasi medik. Seperti meja Tilting yaitu meja yang digunakan untuk keperluan fisioterapi atau latihan pasien untuk berdiri tegak sebagai bagian dari upaya latihan pemulihan misalnya pasca stroke.

”Meja Tilting ini berfungsi secara otomatis, cukup dicolokan ke listrik, dengan tombol yang tersedia maka bisa langsung mengatur seberapa tinggi kemiringan untuk berdiri,” jelasnya kepada awak media.

 Kelengkapan tersebut juga ditunjang dengan 4 dokter spesialis saraf, 1 dokter spesialis bedah saraf, dan 6 dokter spesialis anestesi. Sedangkan untuk pemeriksaan pasien, ditunjang alat lengkap lainnya seperti rontgen dan CT Scan 128 slice. Masih ada juga pemeriksaan laboratorium lengkap serta 8 kamar operasi.

”Diharapkan penanganan pasien stroke di RS Mardi Rahayu bisa lebih maksimal. Dengan tagline RS Mardi Rahayu yakni “Profesional penuh kasih” dapat diwujudkan dengan baik,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :