Waspada Stroke Usia Muda, Ini Sebabnya

oleh
Waspada Stroke Usia Muda, Ini Sebabnya ISKNEWS.COM
Foto: Pengenalan gejela stroke dengan slogan SeGeRa Ke RS oleh Kementrian kesehatan RI, Rabu (13-06-2018). (Istimewa/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Penyakit stroke dapat menyerang siapapun, bahkan pada anak usia muda sekalipun. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menunjukkan bahwa angka kasus stroke pada usia 20-59 tahun meningkat hingga 19 persen. Bahkan data statistik di Amerika menunjukkan 7 hingga 15 orang dari 100.000 penduduk usia muda beresiko terkena penyakit stroke.

Menurut dokter spesialis Neurologist RS Mardi Rahayu Kudus, Dr. Noviandi Herlambang, SpS, MSiMed, usia bukanlah faktor penyebab dari penyakit stroke. Makin tua seseorang memang semakin rentan mengalami stroke. Namun, bukan berarti usia muda tidak beresiko terkena stroke.

“Penyakit stroke pada usia muda lebih disebabkan oleh faktor pola hidup yang tidak sehat. Seperti pola makan tinggi lemak, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan dan strees tinggi,” kata Dr. Noviandi, Rabu (13-06-2018).

TRENDING :  Solusi Praktis Atasi Masalah Bibir Sumbing

Dari kebiasaan buruk ini, lanjutnya, dapat memicu penyakit hipertensi, diabetes dan obesitas pada usia muda. Penyakit inilah yang kemudian meningkatkan resiko terjadinya penyakit stroke di usia muda.

Selain disebabkan oleh faktor pola hidup, stroke bisa juga disebabkan adanya kelainan pembuluh darah otak atau yang dikenal aneurisma. Dijelaskannya, aneurisma adalah suatu keadaan dimana terdapat pembuluh darah yang dindingnya lemah dan menonjol pada pembuluh darah.

“Penonjolan ini hanya terjadi di bagian dalam dinding pembuluh darah itu menjadi setipis balon. Inilah keadaan yang membahayakan, karena sewaktu-waktu aneurisma tersebut dapat pecah. Aneurisma dapat terjadi di pembuluh darah manapun di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah otak,” jelasnya.

TRENDING :  Tari Gusjigang, Gambarkan Kehidupan Masyarakat Kudus

Tak hanya itu, faktor kardiogenik atau jantung, misalnya sakit jantung, kelainan katup jantung dan patent foramen ovale juga bisa menjadi pemicu stroke di usia muda. Untuk itu, perlu adanya tindakan serius dalam menangani dan mencegah stroke di usia muda.

“Pertama yang harus dilakukan adalah perubahan pola hidup dan melakukan cheek up. Setelah itu, kenali gejala penyakit stroke yakni perubahan mendadak pada penglihatan, kesemutan tiba-tiba atau rasa mati pada saraf, hilangnya kemampuan menggerakan lengan, kaki dan wajah,” tuturnya.

Adapun cara mudah untuk mengenali gejala serangan stroke dirangkum dalam “SeGeRa Ke RS”. Terdiri dari Senyum tidak simetris, tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba, Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, bicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara, Kebas atau kesemutan separuh tubuh, Rabun, pandangan satu mata kabur tiba-tiba dan Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba, gangguan keseimbangan, gerak sulit dikoordinasi.

TRENDING :  Ciptakan Transparansi, Puluhan Perusahaan di Kudus Terapkan Skala Upah

“Adapun konsep utama penanganan stroke adalah memberikan pengobatan yang spesifik dalam jangka waktu sesegera mungkin sejak serangan terjadi. Untuk itu sangat penting bagi semua orang untuk mengenali ciri-ciri orang yang terkena serangan stroke agar dapat segera membawa pasien ke rumah sakit,” saran Dr. Noviandi. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :