Waspadai dan Kenali Mamin Layak Konsumsi

oleh
Foto: Istimewa

Jepara, ISKNEWS.COM – Usai memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) masih aman hingga Lebaran tahun ini. Pemkab Jepara terus mengintensifkan dinas terkait untuk melakukan pengawasan bagi para pedagang yang menjual makanan dan minuman (mamin), sehingga tidak ada lagi mamin tak layak konsumsi yang beredar di masyarakat. Lantaran, selama bulan puasa dan menjelang Lebaran kebutuhan konsumsi masyarakat cenderung meningkat.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengimbau, masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati didalam memilih bahan mamin. Dia mengaku, masyarakat harus tetap jeli dan jangan mudah terbuai dengan harga murah.

TRENDING :  Arca dan Peralatan Sembahyang di Klenteng Welahan Dibersihkan

“Kami sangat menyampaikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatiannya dalam mengkonsumsi makanan-makanan. Jangan sampai hanya memandang dari sisi harga murah, tapi harus dipandang dari sisi-sisi lain,” ujarnya, Selasa (22-5-2018).

Selain itu, orang nomor satu di Jepara ini juga mengajak warganya lebih selektif. Terlebih banyaknya warna-warni pada mamin serta mamin kemasan yang siap saji. Untuk mamin kemasan atau siap saji, ia sampaikan hal yang perlu diperhatikan adalah melihat label tanggal kadaluarsanya.

TRENDING :  35 PNS di Jepara Terima SK Purna Tugas

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara sendiri mengaku terus melakukan pengawasan untuk meminimalisir adanya peredaran mamin tidak layak. Kepala Dinkes Dwi Susilowati, menuturkan bahwa saat ini Dinkes telah melakukan kegiatan uji petik pengambilan sampel mamin atau takjil yang dijual oleh masyarakat. “Kami kirim ke Laborat Kesehatan Jepara untuk diperiksa kandungan bakteri e-colly dan bahan pengawet seperti borax, formalin dan pewarna berbahaya,” tutur Susi.

TRENDING :  Panwas Temukan Data Ribuan Pemilih Bermasalah

Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini pihaknya telah bekerjasama dengan sanitarian yang ada di Puskesmas untuk memantau masa kadaluarsa mamin di pasaran, baik pasar rakyat, toko-toko, maupun minimarket. (ZA/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :