Waspadai Kerusakan SD Akibat Bencana Alam UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog Bentuk “Tim Merah”

Waspadai Kerusakan SD Akibat Bencana Alam UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog Bentuk “Tim Merah”

Kudus, isknews.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, mempunyai wilayah kerja sebanyak 11 desa. Dari sejumlah itu, dua diantaranya, yakni Desa Menawan dan Rahtawu, letaknya berada di ketinggian atau pegunungan, sehingga rawan longsor akibat adanya pegeseran atau gerakan tanah. Dampak yang kemudian terjadi, bencana itu menimbulkan kerusakan yang tidak jarang cukup parah pada rumah atau bangunan, termasuk sekolah dasar (SD).

Karena bencana alam tanah longsor datangnya tidak bisa diprediksi atau tiba-tiba, SD yang tertimpa pun tidak bisa terhindar dari kerusakan. Agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap bisa berlangsung, diperlukan perbaikan atau rehab yang sifatnya darurat. Didasari kebutuhan yang mendesak itulah, UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog, membentuk “Tim Merah”.

Menurut Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog, Wahyudi, yang dihubungi isknews.com, Selasa (21/11/17), di ruang kerjanya, dibentuknya Tim Merah mengatasi SD yang mengalami kerusakan fisik yang diakibatkan bencana alam di desa-desa wilayah kerja UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog, khususnya Desa Menawan dan Rahtawu. Dua desa itu menjadi prioritas Tim Merah, karena kondisi alamnya yang rawan longsor, juga pergeseran lapisan tanah. ”Dinamakan Tim Merah, karena kerjanya menghadapi kemungkinan terjadinya bencana yang bisa terjadi setiap saat, atau siaga bencana.”

Tindakan awal yang dilakukan Tim Merah, lanjutnya, melakukan pengecekan ke SD yang rusak akibat becana alam, untuk mengetahui dan mendapatkan data sejauh mana tingkat kerusakan SD yang bersangkutan. Hasilnya dirapatkan oleh Tim Merah siaga bencana yang anggotanya dari jajaran UPTD Pendidikan, Muspika dan insan pendidikan di wilayah Gebog. Dalam pertemuan yang juga mengundang kepala desa setempat itu, disepakati untuk menghimpun dana untuk membeayai rehab atau perbaikan bangunan SD yang rusak akibat bencana alam itu. “Pengumpulan dana itu sifatnya suka rela, karena tujuannya untuk kepentingan bersama dan darurat, tidak ada yang keberatan.”

Dalam perkembangannya, Tim Merah siaga bencana UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog, tidak hanya terfokus pada Desa Menawan dan Rahtawu saja, melainkan semua desa di kecamatan tersebut. Karena tujuannya memang untuk membantu SD yang membutuhkan beaya rehab atau perbaikan, relawan pun sepakat membentuk “bumbung kemanusiaan”. “Relawan itu bisa siapa saja, baik pegawai UPTD, kepala sekolah atau guru, boleh mengisi bumbung kemanusiaan itu yang penggunannya pada saat kondisi darurat,” jelas Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Gebog itu. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Lomba Gerak Jalan Tingkat SD/MI Bakal Digelar Di Masing - Masing Kecamatan

Share This Post