Waspadai “ORGANISASI TERLARANG”, Gerakan Fajar Nusantara

by
ISKNEWS.COM

Jakarta dan Semarang (13/1)- Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) kini menjadi sorotan. Pasalnya gerakan yang dilarang MUI ini tengah bergrilia mencari pengikut. Salah satunya, dr Rica Tri Handayani yang hilang selama 11 hari yang diduga bergabung dengan Gafatar hingga akhirnya Rica ditemukan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.CYMERA_20160112_125336 ISKNEWS.COM

TRENDING :  Lahan Tebu Seluas 2,5 Siap Panen Terbakar

 

Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Anton Charliyan menjelaskan jika dalam merekrut anggota, Gafatar tidak memiliki batasan usia. “Kelompok ini menyasar semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa,” kata Anton.

Gafatar cenderung mencari orang muda untuk direkrut sebagai anggotanya, mereka cenderung merekrut orang-orang muda karena lebih produktifit.

TRENDING :  Sambut Kemerdekaan RI ke-72, Rutan Kelas IIB Kudus Usulkan Remisi 81 Napi

Anton melanjutkan Polri juga berkoordinasi dengan semua pihak, baik kampus hingga ulama untuk mewaspadai jaringan ini. Ia juga meminta masyarakat aktif melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan orang-orang yang terindikasi tergabung dengan Gafatar.

Lebih lanjut, dalam ajarannya Gafatar tidak menganggap Nabi Muhammad SAW sebagai nabi penutup zaman seperti yang ada di Al-Qur’an.

TRENDING :  Panwaslu Jepara Mulai Lakukan Pemetaan TPS Rawan

“Salah satu pernyataannya (kelompok Gafatar), Nabi Muhammad bukan nabi terakhir, tapi ada utusan terakhir yakni AH yang ada di LP Cipinang yang merupakan guru besar utusan Gafatar ini,” ungkap Anton.

KOMENTAR SEDULUR ISK :