Wauuuu,,,,Kakek usia 86 Tahun Ikut Keritisi Masalah Kenaikan Rokok.

image

Pati-Isknews.com Lintas Pati.
Pro dan kontra dimasyrakat mengenai wacana harga rokok yang akan naik menjadi 50.000 perbungkus, membuat Yi Legi kakek berusia 86 tahun ini angkat bicara, pria usia lanjut yang pernah ikut berjuang mati-matian mengusir kompeni belanda diwilayah Pati Salatan ini adalah perokok berat sejak usianya masih 15 tahun hingga sampai saat ini usainya mencapai 86 tahun.

Kepada Isknews.com Lintas Pati,
Kakek yang bertempat tinggal di pelosok perdesaan gunung Kendeng tepatnya Desa Tompegunung kecamatan Sukolilo Pati tersebut, mengukapkan terkait harga rokok jika beneraan naik mencapai 50.000 dianggap ngawur,

Rego rokok sebungkus kok 50.000 kanggoku nak ancen sido mundak pemerintahan iki geblek tor keblinger, (Harga rokok satu bungkus kok 50.000 menurut saya kalau beneran jadi pemerintahan ini goblok tor keblinger)” ujarnya, Lebih lanjut, ia juga menambahkan jika harga rokok beneran naik menjadi 50.000 perbungkus menurutnya akan berdampak menjadi babak permasalahan baru bagi masyarakat,

BACA JUGA :  Ratusan Pelajar dan Santri Gelar Sholat Gerhana

kalau beneran naik menjadi 50.000 saya pastikan akan menambah masalah baru dimasyarakat, seperti dampak ekonomi bagi karyawan yang menggantungkan hidupnya diperusahaan rokok. Dan pasti akan lebih parah lagi jika harga rokok naik pasti masalah rumah tangga akan muncul, karena hampir 70% masyarakat Indonesia yang ekonominya menengah keatas atau menengah kebawah adalah perokok aktif. Kalau mereka orang kaya sihh gak masalah, kalau yang miskin terus bagai mana???  Apa gak akan mengesampingkan kebutuhan ramah tangga hanya untuk membeli rokok.” Paparnya

Sementara itu, ketika Yi Legi ditanya mengenai dampak rokok terhadap kesehatan ia mengatakan.

Saya adalah perokok aktif dari sejak usia 15 tahun sampai sekarang, tapi kenyataanya saya tidak pernah sekali pun saya masuk rumah sakait gara-gara rokok, bisa anda cek kebenaran kepada warga masyarakat Desa Tompegunung apa bener Yi Legi pernah sakit gara-gara rokok. Kalau sakit ngelu, mules, batuk, pilek sih wajar. Masalah sakit dan tidak itu tergantung manusianya dan pasrah saja kepada yang kuasa, kalau menurut saya sepanjang hidup ini dibawa dengan pikiran tenang dan tidak mempunyai rasa iri dengki dengan sesama saya pastikan segala macam bentuk penyakit tidak akan mendekat. Jadi saya tidak setuju jika merokok dikatakan dapat menimbulkan penyakit.” pungkasnya kepada Isknewa.com Lintas Pati.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post