Wisata Bendungan Logung Kapan Di Realisasi?

oleh
Bendungan Logung yang berlokasi di tapal batas Desa Kandangmas dan Rejosari, Kecamatan Dawe serta Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo Kudus memiliki potensi wisata air yang besar (Foto : YM)

Kudus, isknews.com – Bendungan Logung mempunyai potensi manfaat wisata layaknya Bendungan Jatibarang atau Jatiluhur di Purwakarta Jawa Barat, potensi pengembangan wisata air sangat terbuka yang di mungkinkan akan menggeliatkan perekonomian warga sekitar.

Namun kendati kini Bendungan atau Waduk Logung sudah selesai dibangun dan memasuki tahap uji coba. Akan tetapi hingga kini rencana pembangunan wisata di Waduk itu masih dalam tataran wacana, dengan dana sekitar Rp 21,46 miliar yang sudah dipersiapkan seperti di sampaikan Sekda Kudus beberapa saat lalu, namun realisasi dari pelaksanaan kegiatan tersebut ternyata hingga kini masih belum terjadwal.

Pemandangan dari gardu pandang di kawasan wisata Bendungan Logung yang hingga masih dalam taraf uji coba dan belum di buka untuk umum (Foto: YM)

Hal tersebut terungkap saat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Rahmah Hariyanti melalui Kabid Pariwisata, Sri Wahyuningsih beberapa waktu lalu menyampaikan kepada media ini.

Diungkapkan olehnya, wacana pengembangan wisata disekitar Waduk Logung sudah ada. Hanya saja, hingga kini pihaknya belum menerima mandat untuk melakukan pengembangan wisata di sana.

TRENDING :  Semangat Bangun Produk Wisata, Peningkatan Pelayanan & SDM Tetap Jadi Prioritas

“Berdasar arahan Pejabat Pembuat Komitmen Kemeterian PUPR, rencana akan dibuat 4 zona wisata di sekitar Logung. Untuk objek wisatanya berupa gardu pandang, dermaga, camping ground dan gazebo di puncak bukit. Dimana untuk Detail Engineering Design (DED) proyeknya akan diajukan dalam APBD Perubahan 2019,” ujar dia.

Kawasan sekitar bendungan Logung ditetapkan menjadi empat zona untuk pengembangan wisata.

“Zona 1 berada di Desa Kandangmas, Dawe, dengan luasan 12.791 meter persegi. Zona ini nantinya akan terbagi atas zona utama, penunjang, zona parkir, zona waduk, dan jalan desa. Tidak jauh dari tepi waduk terdapat daerah dengan kontur yang cenderung datar. ”Ini cocok untuk area parkir,” katanya.

TRENDING :  Akan Segera Berakhir “Masa Panen” Becak dan Ojek Wisata di Kudus

Untuk zona 2, berada di Desa Rejosari, Dawe, dengan luasan 11.394 meter persegi. View point yang baik ini, dikatakannya cocok untuk zona wisata. Misalnya untuk camping ground. Zona 3 juga mimiliki view point yang baik untuk pengembangan wisata. Untuk zona ini, luas wilayahnya 16.971 meter persegi. ”Akses dapat dikembangkan melalui air dengan menggunakan perahu,” katanya.

Sedangkan untuk zona 4 berada di daratan yang membentuk pulau. Luas wilayahnya mencapai 17.966 meter persegi. Akses jalan yang minim menjadi peluang tersendiri bagi pengembangan wisata. ”Justru itu akan meningkatkan privasi,” imbuhnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih survei dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kandangmas, Tanjungrejo dan Rejosari terkait pengembangan wisata di sana.

Hal senada diungkapkan oleh Kabid Penataan Ruang dan Perumahan (PRP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Heryanto,  sampai saat ini belum ada master plan terkait pengembangan wisata di Logung.

TRENDING :  Okupansi Hotel di Cepu hanya 30 Persen

“Waduk Logung itu merupakan proyek dari Kementrian PUPR, dimana Pemkab Kudus dan Provinsi hanya diberi mandat untuk pengadaan tanahnya saja. Untuk pembangunan dan pengelolaan semuanya dari pusat,” jelas dia.

Imbuhnya, “Untuk itu, jika Pemkab Kudus ingin melakukan pengembangan wisata di sana. Tentu harus melakukan MoU dengan pusat terlebih dahulu. Setelah itu baru buat master plan, pengajuan anggaran dan pelaksanaannya,”

Mengingat saat ini bendungan logung masih dalam tahap uji coba. Sehingga dia memprediksi jika pengembangan wisata yang ada di sana baru bisa dilakukan di tahun depan.

“Ini masih tahap uji coba. Dimana masa uji coba bendungan dilakukan selama 6 bulan sampai satu tahun lamanya. Setelah nanti bendungan logung dinyatakan layak operasional dan dibuka untuk umum. Nanti baru bisa dilakukan pengembangan wisata di sana,” terang dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :