Wisata Hutan Pinus, Bantu Kembangkan Perekonomian Warga

oleh

Pati, ISKNEWS.COM – Wisata hutan pinus yang berada di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, setidaknya telah mempu menggerekkan perekonomian warga setempat. mengingat, bnyak warga yang berjualan di areal obyek wisata tersebut, sehingga membantu mereka untuk memebuhi kebutuhan sehari-hari.

Kami, salah seorang pedagang di Hutan Pinus tersebut mengaku sangat senang dengan adanya wisata alam tersebut. Apalagi akhir-akhir ini prosesntasi pengunjung terus meningkat, sehingga brang dagangan mereka juga laku keras.

“Awalnya saya tidak pernah bekerja. Tetapi semenjak obyek wisata hutan pinus ini dibuka, saya mencoba unuk berjuaan. Alhamdulillah hasilnya lumayan, cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya, Senin (22/10/2018).

TRENDING :  Jaminan UU Desa tentang Hak Masyarakat Desa untuk mengetahui segala informasi tentang anggaran yang dikelola desa.

Ddiakuinya, sebelum banyak pedagang yang berjualan di hutan pinus tersebut, dia terlebih dahulu memulai. Bahkan, pada saat belum ada tikert masuk, dirinya sudah berjualan secara mandiri. Baru ketika obyek wisata dikembangkan dan dikelola, banyak pedagang yang ikut berjualan.

Dalam waktu sehari, dirinya terkadang mendapatkan uang hingga ratusan ribu. Belum lagi apabila hari libur, pendapatan dipastikn bertambah.
“Kalau keuntungan ya, tergantung seberapa banyak pengunjung. Kalau pengunjung obyek wisatanya banyak, keuntungan tentu banyak. Karena, di atas ini (Hutan Pinus) memang jauh dari pemukiman warga,” imbuhnya.

TRENDING :  Anti Perploncoan SMAN 1 Helat MPLS

Tercatat ada 11 pedagang yang berada di lokasi obyek wisata hutan pinus, semuanya adalah warga Gunungsari. Karena, diluar desa tersebut memang tidak diperbolehkan untuk berdagang di obyek wisata itu.

“Kalau yang mau berjualan banyak, tetapi dari pihak pengelola memang ingin memberdayakan masyarakat ekonomi sekitar. Semoga saja kedepannya semakin baik, banyak pengunjung yang datang. Dan bagi pengelola, semoga ada penambahan spot baru yang bisa menarik para wisatawan. Harapnya.

TRENDING :  Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Melebihi Waktu Yang Sudah Ditentukan Pengawas Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pati Angkat Bicara

Sementara itu, Sekretaris BUMDes Wisata Desa Gunungsai Jodi Rustamaji yang juga sebagai pengelola wisata Hutan Pinus mengatakan, untuk pedagang memang di batasi. Karena, apabila tidak dibatasi maka lokasinya tidak akan menampung.

“Sebenarnya ada banyak yang ingin berjualan di obyek wisata ini, tetapi pengelola memang membatasi. Untuk masing-masing pedagang, dalam setip harinya dikenakan retribusi sebesar Rp 3000 setiap kali masuk.apalbila tidak masuk, maka tidak dikenakan retribusi,” tandasnya. (WR/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :