Woii… takut anaknya tak diterima aksi blokir di lakukan.

Woii… takut anaknya tak diterima aksi blokir di lakukan.

image

Pati, Isknews.com Lintas Pati.
Pendaftaran calon murid baru di SMP N 1 Pati diwarnai dengan pemblokiran pintu sekolah. Rabu 29/06. Pemblokiran di lakukan oleh orang tua calon peserta didik yang sudah mendaftar pada hari sebelumnya. Hal tersebut dilakukan oleh orang tua calon peserta didik, dengan alasan supaya anaknya tidak tersingkir dengan pendaftar baru yang mempunyai nilai lebih tinggi. Pemblokiran yang dimulai pagi jam 05.00WIB dengan memakai kursi panjang, sepeda montor dan puluhan orang tua calon peserta didik.

TRENDING :  Siswa Prestasi Semangat Untuk Melanjutkan Sekolah, Walau Dengan Kesederhanaan.

Menurut pengakuan salah satu dari orang tua murid yang akan mendaftarkan anaknya, Yanto kepada Isknews.com ia menjelaskan,

” Saya tadi pagi mau masuk susah mas, sampai saya mau ribut, seharusnya kan semua warga punya hak untuk memilih sekolah, tapi hal ini seharusnya kan tidak terjadi kerena waktu pendaftaran belum ditutup.” ujarnya.

Lebih lanjut tidak hanya pintu masuk sekolah yang diblokir, pintu ruang pendaftaranpun juga dijaga oleh puluhan orang tua calon peserta didik baru, setiap orang yang akan masuk ditanya dengan gagah dan lantang.”mau masuk ada apa???”, bahkan sempat salah satu wartawan isknews.com ditanya dengan nada agak tinggi, namun setelah dijelaskan awak media  dipersilahkan masuk ke ruangan.

TRENDING :  STIKES Muhammadiyah Kudus Lepas 354 Wisudawan 4 Program Studi

Menurut keterangan Teguh Arif W selaku ketua Panitia penerimaan siswa baru Di SMP N 1 Pati ia mengatakan,

” bahwa pada dasarnya pihak sekolah sudah menjalankan prosedur, sesuai aturan yang sudah di sepakati. Jadi penerimaan calon peserta didik baru sudah kami mulai 27 juni kemarin yang kelas reguler, disamping kelas reguler SMP 1 juga menerima kelas Bakat Istimewa dan bakat cerdas.” terangya kepada Isknews.com Lintas Pati.

TRENDING :  Adu Kreasi Filateli Hingga Coba Beragam Wahana

Namun saat disinggung terkait adanya pemblokiran, Teguh Arif W berdalih, dan mengatkan bahwa kegitan tersebut tidak aturan dari sekolah.

“kegiatan itu tidak aturan dari sekolah mas, kalau ada kerusuhan dan gangguan masa, kami pihak sekolah sudah koordinasi dengan pihak berwajib atau keamanan baik dari Kepolisian ataupun TNI jadi sudah saya serahkan.” Pungkasnya kepada Isknews.com Lintas Pati.

(warno)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post