Buruan Hadir, Kini Banyak Konten Dan Koleksi Baru Museum Jenang Kudus

oleh
Berbagai konten dan koleksi baru di X Building Museum Jenang Kudus (foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Museum Jenang Kudus yang dikelola oleh Mubarokfood Cipta Delicia pada tahun ini telah melakukan perluasan bangunan Gusjigang X-Building dengan menambah konten baru pada koleksinya..

Dengan konsep wisata edukasi, meuseum yang pada saat pembangunan salah satu ruang pamer yang diberi nama X-Building di tandatangani prasasti pembangunan oleh  Menteri Agama RI. Lukman Hakim Saifuddin pada bulan Mei yang lalu.

Kini Museum Jenang Kudus, yang menampilkan berbagai miniatur objek wisata kini memiliki tambahan koleksi yang menjadi daya tarik wisatawan menyusul tambahan bangunan Gusjigang X-Building.

Bangunan Gusjigang X-Building dalam kompleks Museum Jenang di Jalan Sunan Kudus itu tampak menawan dengan menampilkan berbagai koleksi baru, seperti kerajinan ukir, membuat rokok kretek, terbang papat, kerajinan batik tulis, proses pembuatan jenang, pakaian adat yang bisa digunakan untuk berswafoto, serta beberapa koleksi menarik lain.

Menurut Manajer Marketing Mubarok Food, Muhammad Kirom, konsep dari Gusjigang X-Building adalah untuk memperkenalkan dan mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki Kota Kudus kepada masyarakat luas.

Para pengunjung, katanya, serasa berada pada sejarah masa lalu, sejenak menikmati peran menjadi orang Kudus.

Adapun koleksi yang ada di dalam bangunan Gusjigang X-Building meliputi literasi tentang falsafah Gusjigang berupa sejarah Sunan Kudus dan para tokoh Kudus lainnya, puisi tentang Gusjigang dan beberapa koleksi lainnya.

TRENDING :  Air Terjun Tadah Ujan terlihat kumuh dan tak terawat.

GUSJIGANG adalah falsafah hidup masyarakat Kudus sebagai local wisdom (kearifan lokal) dan local value (nilai lokal) serta ajaran moral kehidupan warisan Sunan Kudus.

Gusjigang, kata dia, merupakan akronim dari bagus akhlaknya (spiritual), pintar mengaji (intelektual), dan pandai berdagang (enterpreneurship).

Koleksi lainnya, yakni relief Gusjigang yang menggambarkan tentang tari gusjigang yang merupakan tari kreasi yang dipublikasikan dengan versi beragam, pena dunia, lukisan dekoratif tentang karakter orang kudus, kearifan terbang papat, kaligrafi seniman Kudus yang berprestasi tingkat nasional dan internasional.

Pengunjung juga bisa melihat secara langsung pakaian adat, produksi jenang, pembuatan batik, produksi rokok, dan pembuatan gebyok ukir.

“Wisatawan juga bisa berswafoto dengan pakaian adat khas Kudus karena tempat tersebut memang menjadi spot untuk berswafoto, termasuk tempat produksi jenang, batik, rokok dan ukir yang dikemas sebagai foto booth usaha asli warga Kudus,” ujarnya.

Sebelum Gusjigang X-Building terbuka untuk umum, kata dia, museum jenang sangat banyak peminatnya, baik dari wisatawan lokal Kudus maupun luar daerah.
Bahkan, lanjut dia, terdapat wisatawan dari luar kota yang bertujuan ke Bali justru menyempatkan untuk mengunjungi Museum Jenang.

Inilah konten baru yang kini hadir di Gusjigang X-Building adalah Literasi tentang falsafah Gusjigang, sejarah Sunan Kudus, Sunan Muria, Kyai Telingsing, KH. M. Arwani Amin, KHR Asnawi, KH. Turaichan Adjhuri Asy’syarofi, H. Djamhari, Nitisemito, Drs. RPM Sosrokartono.

TRENDING :  Lomba Pelan2 an Motor, Sita Perhatian Pengunjung Wisata Colo Muria Kudus

Kumpilan Puisi tentang Gusjigang oyang diciptakan oleh KH. Musthofa Bisri, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Lukman Hakim Saifuddin , Menteri Agama RI, Jakarta, Emha Ainun Nadjib (Budayawan, Pemimpin Grup musik Kyai Kanjeng, Yogyakarta,  Habib Anis Sholeh Ba’asyin, Kyai, Budayawan, Pengasuh Suluk Maleman, Pati.

Masih ada lagi, KH. Shofiyan Hadi, Lc., MA , Pengasuh Pondok Entrepreneur Mawaddah, Kudus, Sosiawan Leak , Budayawan Senior, Solo, H. Nur Said, S.Ag.,M.A.,M.Ag (IAIN Kudus), Jumari HS (Seniman/Penyair, Budayawan, Kudus), Drs. Bin Subiyanto (Forum KPK Kudus), Hasan Elmore (Budayawan, Pemerhati Seni, Kudus), Lily Hilmy (istri Dirut Mubarokfood).

Disamping itu juga terdapat buku-buku tentang, Rais Aam Syuriyah & Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dari masa ke masa, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dari masa ke masa, Rais Syuriyah & Ketua Tanfidziyah PCNU Kudus dari masa ke masa, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus dari masa ke masa.

“Di bidang seni rupa ada Relief Tari Gusjigang yang menggambarkan tentang tari Gusjigang yang merupakan tari kreasi yang baru dipublikasikan dengan versi yang beragam. Tarian ini diciptakan untuk menggambarkan falsafah Gusjigang di Kudus,’ ujar dia.

Pada fisik gedung kini terdapat Pena Dunia yang terletak pada plafond gedung, yang menggambarkan bahwa dengan ilmu kita bisa melihat isi nusantara dan dunia. Digambarkan dengan lembaran kertas dan pena.

TRENDING :  Central Java Pajero Owners Community Kudus

Lukisan Dekoratif tentang Karakter Orang Kudus, menggambarkan tentang karakter khas orang Kudus, dimana para laki – laki merupakan seorang yang sholeh / rajin beribadah dan juga pekerja keras.

“Sedangkan para wanita Kudus adalah sosok yang sangat memperhatikan keluarga (madrasahnya keluarga) dan taat beribadah. Selain itu dalam lukisan ini juga tercantum tentang falsafah tentang toleransi dalam bermasyarakat, yaitu Yen sira landhep aja natoni, Yen sira banter aja nglancangi, Yen sira mandi aja mateni” katanya.

Bagi yang suka ber swa foto kini terdapat, Foto Booth Pakaian Adat Kudus, foto Booth Usaha Asli Warga Kudus, Produksi Jenang dimana para pengunjung bisa berfoto / selfie sebagai pekerja pembuat jenang dengan background lokasi produksi jenang, Pembuatan Batik, para pengunjung bisa merasakan bagaimana cara membuat batik sekaligus mengabadikan langsung melalui foto.

Sensasi di Museum Jenang belum berakhir karebna ada, pojok Produksi Rokok yang menampilkan spot cara membuat rokok secara manual (nglinting). Pembuatan Ukir,  Kesenian Terbang Papat dan  karya kaligrafi Seniman Kudus yang berprestasi Nasional dan Internasional. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :