Wow! Ternyata Di Kudus ada Masjid di Atas Air

by
isknews
Foto: Bangunan Masjid Nurul Mubin Gilang yang berada di atas aliran sungai di Desa/Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Rabu (07-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Dikisahkan, pada masa setelah Kasunanan Kudus, hidup seorang mubaligh yang bernama Mbah Rabu. Ia merupakan seorang mubaligh yang melakukan babat alas (membuka lahan untuk pemukiman -red) di sebuah daerah yang kini dikenal sebagai Desa/Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Ini Amalan Greget Di Jum'at Terakhir Pada Bulan Rajab

Untuk menyebarkan agama Islam, Mbah Rabu membuat sebuah Langgar di tepi sungai, yang digunakan sebagai wadah dakwahnya. Menurut penuturan Staff Kesra Desa Bae, Sukandar (58), bahwa sebelum membangun Langgar tersebut, Mbah Rabu menemukan sebuah balok kayu yang hanyut di sungai tersebut.

Balok kayu tersebut terlihat muncul-tenggelam atau dalam bahasa jawanya dikenal dengan istilah gilang. Diambilnya balok kayu tersebut dan digunakannya untuk membangun sebuah Langgar yang kemudian dijadikan sebagai pusat dakwah Islamnya. Dari kejadian tersebut, masyarakat setempat memberi julukan Mbah Rabu dengan nama Mbah Gilang.

TRENDING :  Kisah Mitos Pembakaran Istri Sunan Muria
isknews
Foto: Makam Mbah Gilang yang masih misterius di Desa/Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Rabu (07-03-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Setelah membangun Langgar, kiprah dakwah Mbah Gilang berkembang pesat. Tak heran jika banyak masyarakat lokal maupun luar kota yang berkunjung untuk menimba ilmu kepadanya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :