Wujud Kerja Nyata, Pemimpin Harus Bisa Jadi Penyambung Lidah Rakyat

Wujud Kerja Nyata, Pemimpin Harus Bisa Jadi Penyambung Lidah Rakyat

KUDUS – Merdeka artinya bebas. Tetapi harus dimaknai secara positif dalam mengisi kemerdekaan ini. Yaitu terus berkreasi, berinovasi, dan terus belajar untuk masa depan yang lebih baik. Semua sebagai wujud tanggung jawab terhadap negara dan bangsa yang kini berusia 71 tahun ini.bupati

Termasuk bagi para pemimpin, di peringatan HUT RI Ke-71 yang mengambil tema besar ’Kerja Nyata’ ini sudah seharusnya bisa menyejahterakan rakyatnya. Untuk bisa mewujudkannya, pemimpin harus siap untuk menjadi penyambung lidah rakyat. Tahu betul apa yang menjadi harapan yang cita-cita rakyatnya.

”Sebagai penyambung lidah rakyat, pemimpin harus mau mendengar, melihat, merasakan, dan melaksanakan harapan semua rakyatnya,” kata Bupati Kudus pada malam resepsi kenegaraan yang digelar di pendopo kabupaten, Rabu (17/8) malam.

Bupati menambahkan bahwa negara ini bisa kuat apabila ada kekuatan yang dibangun di bawahnya. Yang tentunya kekuatan itu dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga seluruh bangsa ini. Peran pemerintah bersama seluruh rakyat yang akan menentukan keberhasilan ini.

”Pemerintah bisa dikatakan kuat, manakala ada kenyamanan dan keamanan yang dirasakan seluruh masyarakat,” tambahnya.
Termasuk kekuatan dalam ekonomi kerakyatan memegang peran penting di negara ini. Adanya kendala bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus dicarikan solusi bersama terutama hadirnya pemerintah. Kehadiran negara dalam hal ini menjadi wajib untuk memberdayakan seluruh potensi masyarakat.

”Sekarang sudah tidak zamannya pemimpin tidak mau bekerja. Tetapi kini saatnya kerja nyata untuk masyarakat,” tambahnya.
Prestasi Kudus di peringkat 8 besar nasional (terbaik di Jateng) menjadi kebanggaan tersendiri bupati yang sudah 8 tahun (lebih 3 hari) itu memimpin Kudus itu. Dengan kerja keras seluruh SKPD dan masyarakat Kudus, cita-citanya di tahun depan ada perbaikan peringkat yang lebih baik.

Pada malam resepsi itu, digelar dengan meriah dan khidmat. Nuansa nasionalisme kental terasa dengan dilantunkannya berbagai lagu daerah dan lagu wajib nasional. Termasuk penampilan putra-putri Kudus anggota paskibra dengan lagu berjudul Indonesia Jaya menambah ruh nasionalisme malam itu.
Kreativitas dan potensi anak-anak di Kudus pun ditampilkan. Diantaranya pantomim dari SD di Kecamatan Dawe mampu menyajikan tampilan apik. Tentunya mampu menyedot perhatian semua yang hadir. Siswa SMP 1 Kudus pun tak mau ketinggalan. Prestasinya dalam bidang tarik suara ditampilkan secara maksimal di malam kemerdekaan itu. Merdeka!!! (Rilis Kominfo)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
BACA JUGA :  213 Siswa SMP/MTS Ikuti Lomba Apresiasi Sastra 2016

Share This Post