Yayasan Hidayatullah Gelar Manasik Haji, Tanamkan Nilai – nilai Haji Sejak Dini

Jpeg

Kepala Yayasan Hidayatullah Berikan Sambutan Sebelum Praktek Manasik Haji

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Bersamaan dengan momen musim pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, Sepertinya sudah menjadi kalender wajib di sekolah-sekolah baik TK maupun SD untuk melaksanakan kegiatan pelatihan manasik haji untuk anak-anak. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Tempat penitipan anak (TPA), TK hingga SDIT Hidayatullah Daren Nalumsari Jepara.(13/9)

Kepala Yayasan Hidayatullah, Moh Shonhaji saat di konfirmasi Isknews.com di SDIT Hidayatullah menjelaskan bahwa sebanyak 300 murid dari PAUD. TPA, TK, SDIT mengikuti pelaksanaan manasik haji yang di mulai dengan pawai mengelilingi desa dan berlanjut di Lapangan depan balai desa Gemiring.

Perlu diketahui, lanjut Shonhaji, Seminggu sebelumnya pihak sekolah memberitahukan kepada orang tua tentang kegiatan manasik haji. Orang tua diminta mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan oleh anak untuk kegiatan manasik haji seperti kain ihram dan membawa bekal makanan dan minuman.
Saat sebelum praktek dilapangan sebelumnya diadakan peresmian manasik haji 1437H oleh Disdikpora Nalumsari, Heri Purwanto. Namun sebelumnya dari sambutan juga diberikan dari Kepala Yayasan Hidayatullah.

Baca Juga :  14 SMP Di Kudus Ikuti Lomba Tata Upacara Bendera dan Baris-Berbaris

Pelaksanaan pelatihan manasik haji yang sudah berjalan 8x atau 8 tahun ini disambut anak-anak dengan sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut, dengan memakai pakaian ihram dihadapan cermin sambil melafalkan bacaan zikir yang akan diucapkan dalam manasik haji.

Jpeg

Muhammad Lutfi Asyik Foto Setelah Pelatihan Manasik Haji

Pihak sekolah juga meminta kehadiran orang tua untuk menyaksikan kegiatan manasik haji yang akan dilakukan di halaman sekolah. Hal ini selain untuk menyemangati anak-anak, orang tua juga dapat melihat perkembangan anak saat bersosialisasi di sekolah sekaligus berinteraksi dengan guru-guru dan orang tua murid lainnya sehingga tercipta komunikasi dan silaturahmi.

Orang tua bisa mendampingi putra putri nya. Depan balai desa Gemiring tempat murid berkumpul dan berbaris yang diibaratkan sebagai padang arafah tempat wukufnya jamaah haji. Disis lain lapangan juga telah disiapkan tempat-tempat untuk prosesi haji seperti tiang terbuat dari triplek untuk sasaran melempar jumrah, jalur yang menghubungkan dua papan nama yang bertuliskan Safa dan Marwah untuk menjalankan Sai (berlari-lari kecil), dan miniatur Ka’bah lengkap dengan lubang Hajar As’wadnya. Setelah semuanya siap, proses manasik haji anak-anak pun di mulai. Dari Padang Arafah anak-anak diberitahu guru untuk melaksanakan wukuf, setelah itu anak-anak menuju tempat yang disiapkan untuk melempar jumroh. Agar melempar jumroh tidak membahayakan, maka batu yang dilempar diganti dengan kertas bekas atau koran yang diremas-remas sebesar batu kecil. Kemudian anak-anak diarahkan menuju miniatur Ka’bah kemudian mengelilinginya. Anak-anak sangat antusias dan bersemangat mengikuti manasih haji, meskipun ada yang malu-malu karena merasa diperhatikan oleh banyak orang terutama orang tuanya.

Baca Juga :  Peduli Gempa Bumi di Aceh, OSIS SMP 1 Kudus Gelar Penggalangan Dana

Para orang tua pun tidak melewatkan momen tersebut dengan memotret dan merekam semua kegiatan anaknya, ada yang menggunakan kamera di telpon selular masing-masing, ada juga yang membawa kamera digital sederhana hingga kamera-kamera prosumer dan DSLR. Prosesi manasik haji anak-anak diakhiri dengan kegiatan tahalul yaitu memotong rambut. Anak-anak benar-benar memotong rambutnya layaknya melaksanakan ibadah haji, namun para guru mengawasi dengan ketat agar hanya sedikit rambut yang dipotong, cukup beberapa helai dengan panjang tak lebih dari satu centimeter. Selesai melaksanakan prosesi manasik haji, guru membawa anak-anak berkumpul dengan orang tuanya. Acaranya pun dilanjutkan dengan makan bersama. Masing-masing membuka bekalnya, para orang tua, anak-anak dan guru-guru tampak sangat menikmati acara santap bersama. Mereka tak sungkan untuk saling mencicipi dan memberikan makanan yang dibawanya.

Baca Juga :  Hari Pertama Ujian, Siswa Keluhkan Soal Bahasa Indonesia Terlalu Panjang

Kegiatan manasik haji yang dilaksanakan oleh sekolah memberikan banyak manfaat bagi anak-anak, orang tua dan pihak sekolah. Anak-anak sejak dini mendapatkan pengetahuan dan pengalaman mengenai tata cara dan pelaksanaan ibadah haji, hal ini akan sangat berkesan dan tak terlupakan bagi anak-anak. Orang tua pun makin akrab dengan anak-anaknya dan tahu siapa saja teman dan orang tua teman dari anak-anaknya. Selain itu akan tercipta komunikasi yang baik dan keakraban antara sesama orang tua murid dan orang tua murid dengan pihak sekolah.”Pungkasnya(AS)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?