Yuk, Kenalan Sama Duta Pilkada Kudus 2018

oleh
Duta Pilkada Kudus
Foto: Arofatul Ulya, saat pemilihan Duta Pilkada Kudus di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) Desember 2017 lalu. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pilkada Kudus tinggal beberapa bulan lagi dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus pada Desember 2017 lalu, telah menggelar pemilihan Duta Pilkada Kudus di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK).

Setelah melewati berbagai tahapan dan proses seleksi yang dilakukan KPU Kudus, akhirnya gadis asal Desa Jepang Pakis RT 07/RW 04, Kecamatan Jati, Kudus, Arofatul Ulya, terpilih menjadi Duta Pilkada Kudus. Ia ditugaskan untuk mengemban misi menjadikan pilkada berkualitas.

Gadis yang akrab disapa Ulya itu meceritakan, tahapan awalnya ia diseleksi lewat tes tertulis dan wawancara. Waktu itu yang ditanyakan mengenai tantangan pilkada di Kudus, selanjutnya kepribadian dan sebagainya.

TRENDING :  Ikrar Masjid Bebas Politik Cegah Ajang Kegiatan Politik di Tempat Ibadah

Lebih lanjut, “Dalam seleksi, kami juga disuruh untuk menulis karya tulis tentang Pilkada Kudus dan strategi untuk sosialisasinya.”

Ditanya alasan kenapa ingin menjadi duta pilkada, dara kelahiran Kudus, 6 April 1996 itu menjawab, awalnya tidak ada keinginan dan tidak sengaja. Ia tertarik mendaftar sebagai peserta duta pilkada, sebenarnya karena ajakan rekannya. Bahkan sewaktu proses wawancara, ia tidak memiliki persiapan matang. Namun, ternyata ia berhasil lolos dengan kriteria khusus yang ditetapkan KPU.

“Waktu itu saya di ajak teman untuk menemani seleksi, eh malah ternyata yang kepilih saya, jadi nggak sengaja sama sekali,” jelas Gadis yang saat ini duduk di bangku semester VI, program studi Pendidikan Bahasa Inggris UMK.

TRENDING :  Ini Daftar Lengkap Pemain Persiku Musim Ini, Ada Idolamu?

Semenjak dinobatkan menjadi duta pilkada, gadis yang mempunyai hobi membaca dan menulis ini, gencar memberikan informasi terkait pentingnya menggunakan hak pilih, khususnya generasi muda di kalangan pemilih pemula.

Hal itu ia lakukan dengan berbagai cara dan pendekatan yang “kekinian”. Salah satunya memanfaatkan teknologi lewat tulisan di media online, pesan berantai, maupun status di media sosial.

“Menurut saya, saat ini yang paling efektif untuk kampanye ya melalui tulisan. Sebab, jangkauannya luas dan dampaknya langsung ke pemikiran pembaca. Selain itu, saya juga telah kampanye ke sekolah-sekolah dengan cara mengajak para pelajar untuk diskusi,” ujar Alumni MA NU Mu’allimat itu.

TRENDING :  Jaga Kekompakan Jelang Pilkada 2018

Bahkan, Gadis yang juga pernah menjadi Juara Harapan I LKWU Magistra Utama Indonesia 2013, kerap kali ditanya mengenai pilkada. “Saat ini saya sering ditanyai terkait informasi pilkada. Alhamdulillah, saya bisa berbagi kepada mereka.”

Diakhir percakapan, Ulya yang juga anggota Pena Kampus UMK berpesan, “Terutama untuk kalangan pemuda Kudus, agar lebih kritis dan peduli pada pilkada tahun ini, supaya menciptakan pilkada yang lebih berkualitas dari tahun sebelumnya.” (AJ/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :