100 Tanki Air Bersih dari BPBD Provinsi Untuk Kekeringan di Pati

oleh

Pati, ISKNEWS.COM – Pati merupakan salah satu kabupaten di Jawa tengah yang rawan kekeringan ketika musim kemarau tiba. Pada kemarau tahun ini ada sebanyak 88 desa dari 10 kecamatan yang sudah mengalami kekeringan.

Seperti tahun sebelumnnya, bantun air bersih selalu menjadi hal penting untuk meringankan beban masyarakat yang wilayahnya dilanda kekeringan. Tidak terkecuali bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa tengah.


Bantuan air bersih dari BPBD Jateng diserbu warga Desa Sarimulyo Kecamatan Winong, Rabu (21-08-2019). (istimewa)

Untuk meringankan kebutuhan air bersih warga yang sedang mengalami kekeringan, BPBD Jateng mengerahkan 100 tangki air bersih untuk membantu di wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Pati, Rabu (21-08-2019).

TRENDING :  El Nino mencapai level moderat dan diprediksi Hingga Desember 2015

Dropping air bersih ini, seperti penuturan Dinarjati, Kepala Seksi Penyelamatan Evakuasi dan Penanganan Pengungsi. Bidang Penanganan Darurat BPBD Jateng, adalah murni dari BPBD daerah.

“Kami telah berkoordinsi dengan BPBD Pati. Dari seratus tangki air ini peruntukannya meliputi 32 desa di lima kecamatan. Untuk rutinitas jadwalnya nanti dari BPBD Pati, karena mereka yang mengetahui pemetaan daerah terdampak kekeringan. Di Pati ini sendiri pemkab siaga darurat bencana kekeringan sampai 31 Oktober,” jelasnya di sela kegiatan penyaluran air bersih di Desa Sarimulyo, Kecamatan Winong.

TRENDING :  Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Punden Kuniran

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPBD Pati Sanusi Siswoyo mengatakan, saat ini 34 desa sudah dibantu dengan 85 tangki air bersih baik dari Pemkab Pati maupun dari Provinsi.

Ia menambahkan, ada sekitar 100 tangki air bersih dari provinsi, sedangkan dari BPBD Pati juga mempunyai persediaan 100 tangki. Selain itu dari PDAM dan PMI terkumpul ada 1000 tangki.

TRENDING :  Kenal Pamit Kapolres Pati

“Saya harap nantinya Bapak Bupati memberikan himbauan dan partisipasi CSR dari perusahaan yang ada di Pati agar membantu air bersih, di wilayah Pati selatan khususnya,” jelasnya.

BPBD Pati sendiri mengaku sudah melakukan penjadwalan dropping air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan.

“Meski BMKG memberikan peringatan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus dan September, namun Kabupaten Pati sendiri sudah siaga bencana kekeringan sejak tiga bulan terakhir,” pungkasnya. (IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :