115 Janda dan Duda Baru Selama PPKM, PA Kudus: Didominasi Gugat Cerai

oleh -1.501 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pengadilan Agama (PA)Kabupaten Kudus mencatat permintaan perceraian selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada bulan Juli mengalami peningkatan.

Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Kudus, Muhammad Muchlis menyebut permintaan perceraian di bulan Juli tembus angka 122 kasus. Dengan rincian 83 permintaan cerai gugat dan 39 permintaan cerai talak.

“PPKM berlaku mulai awal Juli ya. Data permintaan perceraian di bulan Juli masih cukup tinggi, sebulan ada 122 kasus. Untuk pengajuan perceraian yang kita putus di bulan Juli ada 115 kasus,” ungkapnya Selasa (3/8/2021).

Dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, angka permintaan perceraian di bulan Juli cukup tinggi. Diketahui permintaan perceraian di bulan April ada 88 kasus, 74 kasus di bulan Mei dan 114 kasus di bulan Juni.

Tingginya permintaan perceraian selama PPKM disebabkan berbagai faktor. Seperti permasalahan ekonomi, perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus menerus, meninggalkan salah satu pihak.

“Dari data kami, penyebab perceraian paling banyak karena prselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus menerus. Namun sayangnya, di kami tidak ada data secara spesifik penyebab pertengkarannya karena apa. Bisa jadi karena tidak cocok lalu cekcok, KDRT, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Secara umum, Muchlis mengungkapkan setiap tahunnya angka perceraian mengalami peningkatan. Seperti diketahui angka perceraian di Kudus pada tahun 2020 mencapai 1.304 kasus yang telah diputus.

Sementara tahun ini, dari bulan Januari hingga bulan Juli kasus perceraian yang diputus di Pengadilan Agama Kudus sudah mencapai 673 kasus. Atau sudah separuh lebih dari angka kasus perceraian tahun lalu.

Diketahui, selama PPKM PA Kudus melakukan pembatasan layanan. Salah satunya pendaftaran cerai hanya diberi waktu dua jam sehari, yakni mulai pukul 13.00 – 15.00 WIB.

“Sebelum PPKM, layanan pendaftaran perceraian kita buka mulai pagi sampai sore. PPKM ini kita batasi hanya dua jam, mulai pukul 13.00 – 15.00 WIB. Untuk pengambilan surat keputusan juga kita batasi mulai pukul 11.00 – 15.00 WIB,” ujarnya, Selasa, 3 Agustus 2021.

“Untuk sidang-sidang, kita masih layani dengan jam operasional yang sama. Hanya saja, beberapa sidang ada yang kita lakukan penundaan. Kita lakukan pembatasan agar tidak terjadi kerumunan di sini,” sambungnya.

Meski sudah dilakukan sejumlah pembatasan, namun hal tersebut tidak mempengaruhi permintaan masyarakat untuk daftar perceraian. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :