128 Warga Kudus Terjangkit DBD, Satu Diantaranya Meninggal

oleh -419 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Seratusan warga Kabupaten Kudus terjangkit demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga April tahun ini. Satu di antaranya meninggal.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto mengungkapkan, sejak Januari hingga April tahun 2021, terdapat 128 warga yang terkena DBD, terdiri dari Januari 12 kasus, Februari 24 kasus, Maret 61 kasus dan April 31 kasus.

“Dari jumlah itu, ada satu penderita usia 7 tahun meninggal dunia,” ungkap Nuryanto, Jumat (20/5/2021).

Untuk yang meninggal dunia itu, salah satu sebab diantaranya adalah keterlambatan penanganan.  Untuk itu, pihaknya mengajak kepada masyarakat Kudus agar segera memeriksakan diri bila mengalami gejala-gejala DBD.

Seperti demam, ruam, nyeri otot dan sendi. Pada penderita yang sudah parah terjadi syok dan pendarahan.

Nuryanto menyebut jumlah kasus diatas terbilang tinggi. Karena, jumlah trennya naik jika dibanding periode yang sama pada tahun lalu (2020).

Sementara pada tahun 2020, DKK Kudus telah menetapkan 9 Desa yang masuk Endemis, diantaranya Jati Kulon,Getas Pejaten, Prambatan kidul,  Singo candi, Cendono, Pedawang, Gondosari, Medini dan Jati wetan.

Kemudian, lanjut Nuryanto, mindset masyarakat soal fogging harus dirubah. Pemberantasan nyamuk tidak hanya dilakukan dengan fogging saja, akan tetapi sarang nyamuk harus dibersihkan dari sarangnya dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Dengan 3M plus, menguras, mengubur dan menutup yang dilakukan secara serentak dan menyeluruh, ini paling efektif mengurangi sarang nyamuk,” ujar Nuryanto

Namun pihaknya akan melakukan fogging dengan catatan, yakni ketika ada laporan pasien terindikasi DB langsung turun ke lapangan dan cek terkait betul tidaknya epidemiologi nyamuk berada di lingkungan tersebut atau dari daerah lain.

“Selain terdapat penderita Positif DBD, Harus dilaksanakan Penyelidikan Epidemiologi  (PE) dengan memeriksa  jentik dengan  radius 100 meter dari rumah penderita (kurang lebih 20 rumah/bangunan secara acak), ditemukan lebih dari 3 orang penderita DBD, ditemukan Jentik lebih dari 5 persen atau  Angka Bebas Jentik (ABJ) kurang dari 95 persen dan terdapat kematian akibat DBD,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :