13 Tim ASTI Siap Berlaga di Piala Soeratin 2026, Pembinaan Siswa Jadi Prioritas

oleh -890 Dilihat
Siswa ASTI Kudus saat melakukan pertandingan (Foto: istimewa/ASTI)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pembinaan sepak bola usia dini dengan mengirimkan 13 tim pada ajang Piala Soeratin 2026.

Keikutsertaan belasan tim tersebut menjadi bukti bahwa ASTI terus memperluas kesempatan bagi para siswanya untuk mendapatkan pengalaman bertanding sebagai bagian dari proses mencetak pesepak bola masa depan.

CEO ASTI Arif Budianto mengatakan, keikutsertaan 13 tim pada Piala Soeratin tahun ini merupakan implementasi dari filosofi pembinaan yang selama ini dijalankan akademi. Menurutnya, kompetisi merupakan ruang belajar terbaik bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan teknik, mental, disiplin, serta karakter.

Pernyataan tersebut disampaikan Arif usai menjadi narasumber dalam salah satu program olahraga di stasiun televisi nasional di Jakarta. Ia menegaskan, ASTI tidak menjadikan gelar juara sebagai target utama, melainkan fokus membangun proses pembinaan yang berkelanjutan sehingga setiap siswa memiliki kesempatan berkembang sesuai potensinya.

“Filosofi kami sederhana, pembinaan harus menjadi prioritas utama. Anak-anak tidak cukup hanya berlatih, tetapi juga harus memiliki jam terbang melalui kompetisi. Karena itu kami mengirimkan 13 tim di Piala Soeratin agar semakin banyak siswa memperoleh pengalaman bertanding. Prestasi adalah buah dari proses latihan yang konsisten, kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh official,” kata Arif.

Menurut Arif, keberhasilan sebuah akademi tidak hanya diukur dari jumlah trofi yang diraih, tetapi juga dari banyaknya pemain yang berhasil naik ke level lebih tinggi, baik memperkuat klub profesional maupun tim nasional.

“Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Mungkin tidak semua menjadi juara tahun ini, tetapi setiap pertandingan adalah investasi pengalaman bagi mereka. Dari proses itulah akan lahir pemain-pemain berkualitas yang siap bersaing di level nasional hingga internasional,” ujarnya.

Sebanyak 13 tim yang didaftarkan ASTI terdiri atas kelompok usia 13, 15, dan 17 tahun. Sebanyak 12 tim akan berlaga pada Piala Soeratin tingkat Provinsi Jawa Tengah, sedangkan satu tim mengikuti kompetisi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketiga belas tim tersebut meliputi ASTI Academy U13, ASTI Kudus U13, ASTI Kendal U13, ASTI Tegal U13, Dymo FC U13, ASTI Academy U15, ASTI Kudus U15, ASTI Kendal U15, ASTI Tegal U15, Dymo FC U15, Dymo FC U17, Bina Sentra U17, dan Satria Adikarta U17.

Filosofi pembinaan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Di tengah persiapan menghadapi Piala Soeratin, siswa ASTI kelompok usia 12 tahun berhasil mendominasi ajang Piala Liga Grassroots Indonesia Koordinator Daerah (Korda) Pati yang digelar di Lapangan Kapuan, Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Dalam turnamen yang diikuti 16 tim tersebut, ASTI mengirimkan empat tim, yakni ASTI Kudus, ASTI Lamongan, ASTI Semarang, dan ASTI TJS. Hasilnya, ASTI Kudus keluar sebagai juara pertama, ASTI Semarang meraih juara kedua, sementara ASTI TJS menempati juara ketiga bersama ESGE Tuban A.

Ketua Panitia Pelaksana, Matturkam, mengatakan tim juara pertama dan kedua berhak memperoleh golden ticket menuju putaran nasional di Jakarta International Stadium (JIS) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Selain itu, kedua tim juga menerima sertifikat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Salah seorang Pelatih ASTI Kudus, Muhtarom, mengaku bangga atas perjuangan anak-anak asuhnya. Menurutnya, prestasi tersebut terasa istimewa karena mayoritas pemain merupakan siswa baru yang belum lama bergabung dengan akademi.

“Juara ini hasil kerja keras semua tim. Anak-anak tetap semangat dan berjuang sepanjang turnamen meskipun tim ini baru terbentuk karena semua merupakan siswa baru ASTI yang baru masuk mess dan mulai latihan pada bulan Juli ini,” ungkapnya.

Tak hanya berjaya di level turnamen usia dini, kualitas pembinaan ASTI juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Empat pemain ASTI U13, yakni Gibran Tsani, Keenan Alano, Alden, dan Fauzan, dipanggil mengikuti Pemusatan Latihan Timnas Pelajar Indonesia sebagai persiapan menghadapi agenda internasional di Korea Selatan. Keempatnya dijadwalkan bertolak pada 25 Juli mendatang. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.