17 Kendaraan Angkut Tidak Lulus Uji KIR saat Penormalisasian oleh Dishub

oleh -545 kali dibaca

Kudus, isknews.con – 17 kendaraan angkut ditemhkan tidak lulus uji KIR oleh Dinas Perhubungan (DISHUB) Kabupaten Kudus saat melakukan normalisasi bagi jenis kendaraan angkut. Penemuan ini terdata sejak awal tahun hingga hari ini, Kamis (15/07).

Kasie pengujian kendaraan bermotor pada Dishub, Agung Budi T

Adanya kegiatan normalisasi ini merupakan tidak lanjut dari instruksi Kemenhub, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Terkait penetapan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.4294/AJ.510/DRJD/2019 tentang pedoman normalisasi kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang mengatur cara normalisasi bagi kendaraan yang melakukan pelanggaran ODOL.

Kendaraan ODOL dapat dinormalisasi melalui mekanisme penindakan atau kesadaran pemilik kendaraan dengan mengajukannya ke BPTD dan Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB).

Kasie pengujian kendaraan bermotor pada Dishub, Agung Budi T, menyampaikan, rata-rata kendaraan yang tidak lulus uji kir bermasalah dengan overdimensien/ overload (ODOL). Seperti, Merubah jarak sumbu atau memperpanjang ukuran bak.

Menurut penuturannya, apabila kendaraan yang tidak lulus hingga dua kali uji, terancam bakal terblokir oleh sistem.

“Kita jeda sampai dua kali uji kalau belum dinormalkan maka diblokir lewat sistem smart card,” ujar Agung.

Lebih lanjut, Agung juga menyampaikan, Mulai tahun 2021, Kabupaten Kudus telah melangsungkan pengujian dengan sistem yang produknya adalah smart card, berupa BLUE (bukti lulus uji elektronik). Program tersebut dicanangkan oleh pemerintah pusat, guna meminimalisir adanya kecurangan atau pemalsuan uji kir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jadi, kalau dulu bukti lulus uji KIR itu berupa buku, sekarang bentuknya smart card,” tambahnya.

Selain untuk menghindari pemalsuan, program BLUE ini juga ditujukan untuk mendukung program pemerintah Indonesia Zero ODOL 2023. Sejak 1 Januari 2021 hingga 15 Juli 2021, ada sebanyak 8.725 kendaraan yang sudah pakai smart card. Sementara untuk total obyeknya ada 9.537 kendaraan.

“Program BLUE ini sudah dicanangkan pemerintah pusat sejak 2019, kita mulai sosialisasi di Kudus itu 2020, dan Januari 2021 ini baru kita realisasikan,” terangnya.

Untuk proses pengujian, lanjutnya, masih sama seperti sebelumnya. Hanya saja produk buku yang dijadikan sebagai hasil bukti lulus uji kir, awal tahun 2021 ini diganti dengan produk smart card. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :