Kudus, isknews.com – Dalam rangka memperingati anniversary pertama, Full House Billiard Kudus menggelar turnamen biliar yang diikuti ratusan peserta dari Kudus dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus wadah kompetisi bagi atlet-atlet pemula agar mampu berkembang hingga ke level yang lebih tinggi.
Manajer Full House Billiard Kudus sekaligus panitia turnamen, Sony, menjelaskan bahwa turnamen tersebut digelar khusus untuk wilayah Kudus dan eks Karesidenan Pati. Event ini mengusung tajuk Anniversary Pertama Full House Billiard sebagai bentuk komitmen dalam mendorong kemajuan olahraga biliar di daerah.
“Turnamen ini kami adakan dalam rangka anniversary pertama Full House Billiard Kudus. Tujuannya untuk perkembangan atlet-atlet di wilayah eks Karesidenan Pati, terutama agar ke depan bisa melangkah ke tingkat provinsi,” ujar Sony.
Menurutnya, Full House Billiard ingin menjadi tempat yang menaungi para atlet, khususnya dari Kudus dan sekitarnya, agar memiliki ruang untuk terus berlatih dan bertanding secara rutin. Dengan demikian, para atlet diharapkan mampu berkembang menjadi atlet profesional.
“Harapan kami, atlet-atlet ini bisa terus bertanding dan berlatih, sehingga ke depan bisa menjadi atlet biliar yang profesional,” tambahnya.
Turnamen ini mempertandingkan kelas pemula dengan sistem handicap, yakni handicap 4–4 dan 4–3. Total peserta yang ambil bagian mencapai 256 orang, dan pertandingan digelar selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu, dengan tahapan dari babak 64 besar hingga partai final.
Peserta turnamen berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kudus, Pati, Purwodadi, Juwana, dan Jepara. Antusiasme peserta dinilai cukup tinggi, menunjukkan minat dan potensi besar atlet biliar di wilayah tersebut.
Dalam turnamen Anniversary Pertama Full House Billiard ini, panitia menyiapkan total hadiah sekitar Rp21 juta, dengan hadiah juara pertama sebesar Rp10 juta, serta trofi khusus Anniversary Full House Billiard.
Sony menilai perkembangan olahraga biliar di Kudus selama ini tergolong sangat baik. Bahkan, sejumlah atlet Kudus telah mampu menembus level provinsi.
“Perkembangan biliar di Kudus sangat bagus. Banyak atlet yang sudah bisa masuk ke tingkat provinsi. Tinggal bagaimana kita menggerakkan atlet pemula atau lini bawah supaya bisa mengikuti jejak senior-seniornya ke depan,” pungkasnya. (AS/YM)






