26 Atlet Kungfu dari Kudus Ikuti Kejurda Jateng

oleh -857 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sebanyak 26 atlet kungfu dari Kudus turut ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Tengah secara online yang diselenggarakan oleh Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Jawa Tengah 2021.

Penjuriannya dilakukan mulai hari ini Jumat (17/12/2021) sampai Minggu (19/12/2021) di SMP Kanisius Kudus..

Wakil Ketua AKTI DPC Kudus, Fransiskus Adityas menyebut jika peserta kejurda kungfu berjumlah 84 atlet se-Jawa Tengah dari 16 perguruan kungfu, sementara yang dari Kudus ada 26 atlet.

“Acara ini yang mengadakan DPD AKTI Jateng. Lombanya digelar online pada Sabtu lalu. Hari ini tinggal penjuriannya. Jumlahnya ada 84 peserta dari total 16 perguruan,” katanya, Jumat (17/12/2021).

Diantara Aspek yang dinilai diantaranya kekuatan, keseimbangan, ketepatan jurus, dan lainnya. Atlet yang terjun di Kejurda ini keseluruhannya hanya mengikuti nomor seni. “Dari Kudus ada 26 atlet dan keseluruhannya merupakan nomor seni. Mereka berasal dari perguruan Bangau Putih,” terangnya.

Kejurda ini, lanjut Fransiskus, dilaksanakan dengan sistem pengambilan skor tertinggi. Pemenangnya diambil peringkat satu, dua, dan tiga. “Hadiahnya medali dan piagam. Pemenangnya akan diambil dari peringkat satu, dua, dan tiga,” terangnya.

‎Sementara itu, Ketua DPD AKTI Jawa Tengah, Siswanto menjelaskan, kejuaraan daerah itu digelar untuk mempersiapkan pada Festival Olah Raga Rekreasi Nasional (FORNAS) VI 2022 mendatang.

“Yang menang dalam kejuaraan ini nanti akan kami kirimkan untuk kejuaraan di atasnya tingkat nasional,” kata dia.

Siswanto menambahkan, sebelum pelaksanaan kejuaraan nasional itu para atlet akan dimatangkan lewat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah pada bulan Juni 2022 me‎ndatang. “Sebelumnya juga akan ada Popda sekaligus untuk persiapan ke sana,” jelasnya.

‎Menurutnya, Kejurda virtual yang digelar itu dinilai dapat membangkitkan kembali minat terhadap kungfu tradisional.

Pasalnya, sejak kompetisi itu digelar mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para atlet. “Banyak atlet di daerah yang sebelumny‎a tertidur ini bisa bangkit kembali,” tandasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :