29 Pebulutangkis Muda Raih Djarum Beasiswa Bulutangis 2017

oleh -887 kali dibaca

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebanyak 29 pebulutangkis muda dari seluruh Indonesia yang mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017, berhasil memperoleh beasiswa bulutangkis untuk dibina di Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum.

Mereka berhasil menyingkirkan peserta audisi sebelumnya yang lolos tahap karantina. Diketahui peserta yang lolos ke tahap karantina sebanyak 67 pebulutangkis, namun hanya 29 yang dipilih tim pelatih PB Djarum untuk dibina menjadi atlet yang diharapkan dapat menjadi juara dunia di masa mendatang.

Proses karantina Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis dilakukan di dua GOR Djarum, yakni di Jati dan Kaliputu. Selama sepekan sejak Senin (11/09/2017) hingga Jumat (15/09/2017), puluhan pebulutangkis muda tersebut kembali diseleksi oleh jajaran Tim Pelatih PB Djarum, yang terdiri dari Fung Permadi, Rusmanto Djoko Semaun, Hastomo Arbi, Engga Setiawan, Nimas Rani Wijayanti, Roy Djojo Effendy, Sulaiman, Ellen Angelina, dan Ferry.

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi mengungkapkan, pada fase terakhir jelang pengumuman para pebulutangkis muda ini mampu menunjukkan performa terbaik mereka. Secara teknis maupun cara permainan memang perlu perbaikan, tapi pada tahap akhir atau Grand Final mereka mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Dia mengakui, sulit bagi para pelatih untuk menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan beasiswa. Lebih lanjut Fung menjelaskan, pasca tahap karantina atlet yang terpilih dan tim Pelatih PB Djarum ini harus saling melakukan penyesuaian. Setelah masuk asrama, lingkungan baru bakal dijumpai atlet-atlet muda ini.

”Tahun ini terbilang unik bagi kami di PB Djarum, karena adanya audisi U-11 putra maupun putri. Kami harus melakukan penyesuaian terutama dalam sisi pengasuhan mereka, karena di Indonesia jarang ada penggemblengan atlet U-11 yang masih muda belia,” tuturnya.

Usia mereka, lanjut Fung, tergolong masih memerlukan perhatian, arahan, dan bimbingan, dari orangtua. Suasana kangen rumah itu pasti jelas ada. Sementara masuk asrama di PB Djarum di Kudus ini merupakan hal yang berbeda buat mereka. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :