317 Pekerja PT Soloroda Indah Plastik Kecewa, Kembali Pengusaha Ingkari Kesepakatan Bayar Uang Tunggu

oleh

Kudus, isknews.com – Menagih janji para negosiator pada unjukrasa sebelumnya, para wakil pengusaha yang sebelumnya menjanjikan akan mengundang dan mendatangkan pemilik perusahaan untuk berdialog dan bernegosiasi dengan para wakil pekerja siang tadi nyaris tidak menghasilkan progress berarti, Rabu (11/10/17).

Negosiasi hari ini kembali dilakukan setelah pada pekan sebelumnya wakil dari pengusaha berjanji untuk akan membayarkan Uang tunggu karena seperti kesepakatan yang dilakukan pekerja akan diberikan uang tunggu sebesar 35,5 persen dari gaji mereka sebelum dirumahkan.

Namun pada pertemuan hari ini negosiasi kembali alot, pengusaha kembali mengingkari kesepakatan untuk membayar uang tunggu, bahkan tidak hadir di dalam negosiasi tersebut, pengusaha hanya diwakili oleh tiga orang yaitu Edi pramono Manager perusahaan, Hermanto, manager marketing dan Endro, staf di perusahaan tersebut.

Sementara dari pihak pekerja diwakili oleh Rusdi dan Fauzi dengan didampingi ketua DPC FSPSI Kudus, Wiyono dan Tim Advokasi Daru Handoyo SH.

TRENDING :  Federasi Pekerja Mandiri Jateng Gelar Bisnis Visit Touring Di Ladang Melon Kalirejo

Dari unsur pemerintah atau Dinas Tenaga Kerja hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus, Bambang TW yang didampingi stafnya Agus Juanto.

Dalam pertemuan tersebut owner kembali meminta waktu untuk memberikan pembayaran uang tunggu bagi pekerja senilai kurang lebih Rp. 41 Juta untuk 317 pekerja yang haknya belum dibayarkan sejak dua bulan lalu.

“Kami juga tidak bisa berjanji untuk menghadirkan owner perusahaan (Toha Hong) maupun Purwito (Direktur Perusahaan), karena kami sendiri sudah satu bulan ini tidak bisa berkomunikasi sama owner perusahaan maupun Direktur perusahaan ini,” ujar mereka.

PT Soloroda Indah Plastik (SIP) adalah perusahaan yang memproduksi karung plastik tersebut berada di Jl Kudus-Pati turut Desa Terban Kec Jekulo Kab Kudus hingga pembicaraan selama tiga jam masih belum memberikan kata putus tentang kapan akan membayarkan uang tunggu tersebut kepada pekerja.

TRENDING :  Menteri Perdagangan Tinjau Mesin Penyimpan Bawang Merah Berteknologi Control Atmosphere Storage (CAS)Karya PT. PURA

” Kami beri tenggat waktu selama tiga hari, besok hari Sabtu harus sudah ada kata putus dari owner kapan akan membayarkan hak para pekerja tersebut,” ungkap ketua DPC FSPSI Kudus Wiyono kesal.

” Saya terus terang jadi kesal karena owner hanya mewakilkan orang-orang yang sebetulnya sama-sama pekerja dan tidak memiliki kapasitas untuk bisa memberikan keputusan sehingga cepat diambil sebuah keputusan,” katanya.

” Bila hari Sabtu nanti tetap belum ada kata sepakat tentang hal tersebut, jangan salahkan kalau pekerja akan berunjukrasa lagi besok,” tuturnya.

“Sebenarnya bukan hanya kewajiban untuk membayar uang tunggu karyawan sebesar Rp 41 juta saja yang belum diselesaiakan oleh pengusaha tapi juga ada asuransi BPJS serta Jamsostek pekerja,” ujar Dayu Handoyo Tim advokasi para pekerja.

TRENDING :  Pupuk Langka, Masan Dan Tim KP3 Temukan Tumpukan Pupuk SP36 Di Gudang Distributor

Ditambahkan oleh Daru Handoyo yang juga dikenal sebagai pengacara populer di kota kretek ini, ” Saya menilai bahwa pihak perusahaan sampai saat ini terkesan lepas semua tanggung jawab dengan tidak memberikan kepastian maupun keputusan dari Owner (pemilik) maupun direktur perusahaan,” tambahnya.

Kami tetap menuntut harus bisa bertemu dengan Owner (pemilik) maupun direktur utama (Purwito Sulaiman Gunawan) untuk menyelesaian perselisihan dan sengketa hak- hak karyawan.

” Dengan tidak hadirnya Direktur maupun Owner (pemilik) perusahaan maka legalitas musyawarah tidak terpenuhi dan tidak akan ada solusi yang tepat,” pungkasnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :