36 dari 48 Pengkab Tandatangani Mosi Tidak Percaya, Desak Ketua KONI Kudus Mundur Sukarela

oleh

Kudus, isknews.com – Isu digoyangnya ketua KONI Kudus Antoni Alfin dari kursi pimpinan agaknya hampir menjadi kenyataan, prahara terhadap kepemimpinan ketua KONI periode 2019-2023 ini semakin bergulir mengerucut setelah sebagian besar Pengkab olahraga yang bernaung di bawah KONI, resmi meneken surat mosi tidak percaya atas kepemimpinan Ketua KONI, Antoni Alfin.

Menurut ketua bidang organisasi KONI Kudus, dan sekretaris Federasi Olahraga Balap Motor  (FOBM) Kudus, Christian Rahidiyanto yang juga dikenal sebagai salah satu motor pendukung mosi tidak percaya ketua KONI, kepada sejumlah awak media, dirinya mengaku hingga hari ini surat mosi tidak percaya telah ditandatangani oleh sebanyak 36 dari 48 ketua pengkab yang ada.

Sejumlah surat mosi tidak percaya kepada ketua KONI Kudus yang sudah ditandatangani basah oleh para ketua pengkab olahraga (Foto: istimewa)

“Sejumlah Pengkab memberikan kesempatan selama satu pekan kepada ketua KONI untuk secara sukarela mengundurkan diri, karena bila tidak maka mereka mendesak untuk segera digelar Musorkablub mengganti Antoni dari jabatannya,” ujar Christian, Senin (08/06/2020).

TRENDING :  Keluarga Penerima Manfaat di Kudus Mulai Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Saat ini, katanya draft untuk pelaksanaan Musorkablub sedang digodog oleh pihaknya.

“Bila draft ini jadi dan tidak ada keinginan dari ketua KONI untuk mundur setelah didesak oleh mayoritas ketua Pengkab, maka kami pastikan langkah selanjutnya adalah digelarnya Musorkablub. Hanya saja kami berharap itu tidak perlu dilakukan cukup mundur baik-baik,” ujar dia.

Menurutnya pangkal dari merebaknya isu mosi tidak percaya sebelumnya adalah banyaknya persoalan yang belum dapat dituntaskan hingga saat sekarang.

”Salah satunya soal bonus prestasi atlet dan pelatih serta program pembinaan,” jelasnya.

Diterangkannya, hingga kini belum ada konsep pemenangan dan raihan target kejuaraan serta peringkat maupun persiapan jelang pra Porprov tahun 2021 dan Porprov 2022.

“Rapat-rapat terkait hal itu belum pernah ada. Kalau dengan kondisi seperti ini kita diperingkat ke 10 saja berat. Kalau dengan alasan corona, toh masih ada metode pertemuan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” keluhnya.

TRENDING :  Uniknya Tradisi Suwiwinan di Desa Karangbener Kudus

Senada dengan Christian, Masud, Ketua Harian Pengkab PABBSI, mengaku sejauh ini hampir semua Pengkab sudah sepakat untuk menuntut Antoni mundur.

“Hanya tinggal empat Pengkab yakni Pengkab Wushu, FOBI (barongsay) dan IPSI (silat) yang belum tandatangan.  Dan mereka pun bukannya tak setuju, tapi lebih memilih netral karena saat ini masih suasana pandemi Covid-19,” ujar Masud, Senin (8/6).

Masud menambahkan, surat mosi tidak percaya Pengkab-Pengkab tersebut nantinya akan segera dilayangkan termasuk juga dikirim ke KONI Jateng. Diharapkan, KONI Jateng bisa segera memfasilitasi digelarnya Musorkablub untuk memilih Ketua KONI baru menggantikan Antoni.

Sebelumnya, ketua KONI Antoni Alfin sempat mengatakan upaya adanya sejumlah pihak yang menggoyang kepemimpinannya sangat tidak berdasar dan mengada-ada.

TRENDING :  Kompetisi Futsal Sukun Youth Club 2015

Dalam petemuan rapat konsolidasi yang digelar di gedung sekretariat KONI Kudus dirinya menepis adanya dinamika mosi tidak percaya terhadapnya.

Pada pertemuan yang menurut pengakuan staf internal KONI dihadiri oleh 28 pengkab, tak satupun di antara mereka mempertanyakan tidak
berjalannya program kerja yang dituding menjadi salah satu pemicu
bergulirnya mosi tidak percaya.

Dalam sesi tanya jawab dirinya sudah memberikan kesempatan terhadap pengkab untuk menyampaikan seluruh unek- unek jika memang ada saran atau masukan terhadap berbagai kekurangan. Namun seluruh peserta hadir tidak ada yang mempersoalkan kinerja dan program kerja yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Itu artinya tidak ada masalah, pengkab-pengkab solid dan itu tandanya
KONI masih kondusif,” ujarnya, Rabu (05/06/2020) malam. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :