38 Desa Di 5 Kecamatan di Kudus, Rawan Bencana Banjir

oleh -1,400 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Sebanyak 38 desa, di lima kecamatan di Kabupaten Kudus, tercatat sebagai daerah yang rawan bencana banjir, yang hampir dipastikan selalu terjadi pada setiap musim hujan. Bencana banjir itu tidak hanya menimpa pemukiman penduduk, melainkan juga areal persawahan. Sehingga kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam itu, cukup menimbulkan penderitaan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana yang terjadi setiap tahun itu.
Berdasarkan peta daerah rawan bencana banjir di Kabupaten Kudus, yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, dari 38 desa tersebut, terbanyak adalah, Kecamatan Undaan, sebanyak 15 desa, yakni Desa Lambangan, Kalirejo, Medini, Sambung, Glagahwaru, Kutuk, Undaan Kidul, Undaan Tengah, Undaan Lor, Karangrowo, Wates, Ngemplak, Terangmas dan Desa Berugenjang.
Disusul Kecamatan Mejobo, sebanyak 8 desa, yakni Desa Gulang, Kirig, Temulus, Kesambi, Jojo, Payaman, Hadiwarno dan Desa Mejobo, dan Kecamatan Jati, juga sebanyak 8 desa, yakni Desa Jetis Kapuan, Tanjungkarang, Jati Kulon, Jati Wetan, Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul, Loram Kulon, Loram Wetan dan Desa Ngembal Kulon.
Sedangkan di Kecamatan Jekulo, sebanyak 5 desa, yakni Desa Pladen, Sido Mulyo, Bulung Cangkring, Bulung Kulon dan Desa Sadang, dan Kecanmatan Kaliwungu, dua desa, yakni Desa Setrokalangan dan Desa Banget.
Kebaradaan sungai
Mengenai penyebab terjadinya bencana banjir, sebagaimana data di peta mengenai keberadaan sungai-sungai di Kabupaten Kudus. DI Kecamatan Undaan, bencana banjir yang terjadi tidak terlepas dari keberadaan Sungai Wulan dan Sungai Juwana, yang menjadi pusat perhatian selama musim hujan. Kedua sungai yang merupakan terusan Sungai Serang yang merupakan sistem jaringan irigasi Waduk Kedung Ombo itu, meskipun sudah diatur pengendalian airnya melalui Pintu Air Wilalung di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, tetap saja belum mampu mengurangi luapan Sungai Wulan.
Sedangkan untuk benjir di Kecamatan Mejobo dan Jekulo, tidak terlepas dari keberadaan dua sungai besar, yakni Sungai Piji dan Sungai Logung, juga sungai-sungai kecil, seperti Sungai Dawe dan Sungai Poceho, yang mengalir sampai di Desa Mejobo, Sungai Tanjang di Desa Bulungcangkring dan Bulungkulon.
Sementara untuk Kecamatan Jati dan Kecamatan, Sungai Wulan atau Sungai Tanggulangin, menjadi penyebab utama terjadinya di desa-desa di dua kecamatan tersebut, juga dari Sungai Kaligelis yang bermata air di Gunung Muria. (DM)
Keterangan foto : Sungai Piji, salah satu sungai besar yang menjadi penyebab bencana banjir di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. (Foto :DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :