4 Strategi ini Bisa Pengaruhi Bangkitnya Sektor Pariwisata di Masa Pandemi

oleh -511 kali dibaca
Kepala Disbudpar Kudus Bergas Catursari Penanggungan (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Industri pariwisata menjadi salah satu diantara sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Sejumlah kebijakan pembatasan sosial telah membuat sejumlah bisnis di industri ini kehilangan konsumennya. Banyak yang akhirnya gulung tikar. Tanpa strategi yang terukur serta terarah, mempertahankan bisnis pariwisata bukanlah hal mudah, terlebih di kondisi pandemi seperti ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan strategi bisnis pariwisata di tengah pandemi Covid-19 adalah suatu keharusan agar dapat mempertahankan kinerja bisnis di tengah kondisi ekonomi yang belum pasti, setidaknya sampai pandemi selesai.

“Pandemi tetap pandemi, kita harus bisa melewatinya dengan aman,” papar Bergas saat menjadi Narasumber pada acara Jagong Gayeng Forum Komunikasi Percepatan Pariwisata Kudus (FKPPK) di Mulia Wisata, Lau Dawe Kudus, Senin (29/3/2021).

Ia menuturkan, terdapat empat strategi yang perlu dilakukan, diantaranya.

1. Digital Marketing

Strategi optimalisasi digital platform sangat efektif meningkatkan distribusi produk. Akan lebih efektif lagi jika produk tersebut dalam permintaan yang tinggi selama masa pandemi ini. Karena tidak dapat melakukan transaksi secara langsung, digital platform menjadi harapan konsumen memperoleh kebutuhannya. Jadi pemasaran produk melalui digital marketing seharusnya menjadi yang paling efektif di kondisi pandemi seperti sekarang.

2. Wait and See

Wait and See Strategy, menuntut para pelaku bisnis harus pintar melihat peluang meningkatkan produknya sehingga memiliki nilai lebih. Contoh dalam perusahaan layanan akomodasi, pihak manajemen harus pandai melihat peluang, di sisi lain juga pandai mengatur dan mengontrol arus dana kas secara ketat untuk sebisa mungkin menghemat pembiayaan.

3. Bundling Products

Terakhir yaitu strategi Bundling Products. Strategi ini merupakan bentuk inovasi produk dengan menggabungkan produk dalam satu paket yang kemudian dijual dengan harga diskon. Contohnya, paket kamar hotel dan tiket pesawat yang dijual dalam satu kesatuan produk. Cara ini terbilang efektif dalam mendongkrak penjualan meskipun keuntungan tak banyak.

4. Komunitas

Peran komunitas bagi destinasi wisata sangat positif. Meningkatnya sektor pariwisata ini dipengaruhi oleh beberapa unsur. Ia mengatakan bahwa Komunitas adalah diantara unsur yang paling berperan dalam pertumbuhan tersebut.

Bergas menyebut, kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan diperlukan guna menciptakan prosedur yang tepat bagi para pelaku pariwisata di tengah pandemi saat ini.

“Dengan begitu, penularan virus COVID-19 dapat diantisipasi secara optimal oleh berbagai lembaga terkait. Dari komunikasi publik masyarakat jadi paham bagaimana mengikuti Prokes yang ketat untuk bisa menjalani proses kita wisata,” katanya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :