55 Orang Ramaikan Climbing Competition, Diantaranya Anak Usia SD

oleh

Kudus, isknews.com – Mapala Arga Dahana Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar climbing competition yang diikuti peserta dari berbagai daerah, termasuk dari Jogjakarta. Kegiatan dalam rangka ulang tahun ke-25 Mapala Arga Dahana UMK juga diikuti anak usia Sekolah dasar (SD).

Ketua Panitia Isnaini Nitasari mengatakan, sebenarnya climbing competition ini semula untuk peserta Eks-Karesidenan Pati, namun ternyata peminatnya cukup banyak. Sehingga ada peserta dari Semarang hingga Jogjakarta. ”Peserta akhirnya bertambah, namun kami cukup senang karena peminatnya ternyata bagus,” katanya.

Kegiatannya sendiri dilaksanakan selama dua hari, 27 dan 28 Februari, untuk kategorinya ada dua, kategori umum dan pelajar. Untuk kategori umum ada lead umum putra dan lead umum putri. Untuk pelajar juga dibagi, pelajar putra dan putri, untuk pelajar, pesertanya juga ada yang dari siswa sekolah dasar (SD).

TRENDING :  Kharisma Kartini Dalam Lukisan Pelepah Pisang

Untuk total peserta yang mengikuti climbing competition sebanyak 55 orang, paling banyak memang dari Eks-Karesidenan Pati. ”Lomba ini kami laksanakan juga karena kami sudah memiliki wall climbing baru yang lebih menantang,” terangnya.

Dirinya berharap, dengan kegiatan tersebut olahraga climbing bisa semakin diminati. Olahraga tersebut memang tergolong olahraga ektrem, namun ketika juga memahami seluk beluknya, sebenarnya tidak terlalu ektrem juga, justru malah menarik.

TRENDING :  Usaha Warnet, Dapatkah Bertahan Sepanjang Masa?

Peserta yang mengikuti rata-rata memang sudah ikut dalam organisasi yang salah satunya fokus di olahraga climbing. Seperti Forum Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Mapala beberapa universitas, club young talent dan lainnya.

Sementara itu, salah satu peserta Izzul Haq dari Blora mengakui kondisi wall climbing kali ini cukup menantang. Sehingga dirinya tidak bisa sampai finish, karena sudah kehabisan tenaga akibat trek yang cukup sulit. ”Saya finish kurang sedikit, tapi akhirnya lepas karena kehabisan tenaga, treknya ada yang cukup curam juga,” imbuhnya.

TRENDING :  Inilah Alasan Dibalik Tidak Dikupasnya Kulit Tebu

Pria yang menekuni olahraga calimbing sejak SD tersebut mengaku cukup senang dengan mengikuti loma. Karena bisa terus mengasah kemampuannya, apalagi akan bertemu orang-orang baru, sehingga bisa terus memotivasi kemampuannya.

Selain climbing competition, kegiatan lain juga diselenggarakan, seperti donos darah, dan music contest. Semua kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati ulang tahun Mapal Arga Dahana. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :