678 UPZ Ditargetkan Terbentuk di Masjid se-Kudus

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji menyampaikan bahwa masjid saat ini tak hanya menjadi tempat ibadah semata melainkan menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terukur dan sistematis.

“Masjid di era sekarang harus bisa berbenah tanpa mengubah akarnya. Zakat, infaq, dan sodaqoh (ZIS) semuanya bisa dilakukan di masjid,” katanya pada Sosialisasi Pembentukan UPZ Masjid di Kabupaten Kudus, oleh Baznas Pemprov Jateng, di ruang rapat lantai 4 Gedung Setda Kudus, Selasa (13/8/2019).

Ahmad Daroji yang juga ketua MUI Jateng itu menerangkan, tujuan dari pembentukan UPZ itu tentu bisa meminimalisir penghimpunan-penghimpunan zakat, sehingga tidak lagi bersifat liar. Namun, saat ini penghimpunan-penghimpunan zakat yang dilakukan di luar UPZ masih diberikan toleransi.

TRENDING :  Pemudik Manfaatkan Rest Area “Posko Bahagia”

Pembentukan UPZ itu, lanjut Daroji, sebaiknya segera dilakukan karena pengelolaan dana harus mendapat audit dari akuntan publik. Selain itu, pusat dari UPZ seperti Baznas dan LAZ, senantiasa dilakukan audit secara syariah dari Kementerian Agama (Kemenag).

“Masjid dan mushola di era sekarang harus bisa berbenah tanpa merubah akarnya. Zakat, infaq, dan sodaqoh semuanya bisa dilakukan di masjid dan mushola,” ujar Daroji.

TRENDING :  Ribuan Botol berbagai merk dihancurkan

Sementara Ketua Baznas Kudus, H. Noor Badi merespon positif adanya UPZ. Pasalnya, Ia akan gerak cepat untuk mewujudkan UPZ di Kota Kretek, “Saya optimis, nantinya 678 Masjid di Kudus akan kita terapkan UPZ, setelah ini sy akan kirim form ke pengurus masjid untuk kami ajak duduk bersama untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan saat ini masyarakat tak hanya memakmurkan lewat masjid, namun jamaahnya pun harus dimakmurkan lewat masjid.

TRENDING :  Bupati Kudus Dari Masa Ke Masa

“Ini target kami, tentunya kita berusaha semaksimal mungkin bagaimana perwakilan yang hadir hari ini bisa mewujudkan itu,” ujar Noor Badi.

Nantinya setiap masjid di Kudus diwajibkan memiliki pengurus UPZ. “Masjid di era sekarang harus bisa berbenah tanpa merubah akarnya. Zakat, infaq, dan sodaqoh semuanya bisa dilakukan di masjid,” ujar Kakemenag Kudus itu.

“Karena zakat ini nantinya adalah untuk masyarakat. Menanggulangi masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, bahkan musibah bencana alam,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :