Tanamkan Toleransi, Forum OSIS Kudus Ajak Pelajar Kunjungi Enam Rumah Ibadah

oleh -609 Dilihat
Momen kebersamaan pelajar lintas sekolah saat foto bersama di akhir kegiatan “Harmoni 6 Iman”, usai mengunjungi enam rumah ibadah di Kudus sebagai wujud nyata menanamkan toleransi dan mempererat persaudaraan dalam keberagaman. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Upaya menanamkan nilai toleransi di kalangan pelajar dilakukan Forum OSIS Kabupaten Kudus dengan menggelar kegiatan kunjungan ke enam rumah ibadah berbeda dalam tajuk “Harmoni 6 Iman”. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi langsung bagi siswa untuk memahami keberagaman antarumat beragama yang ada di Kabupaten Kudus.

Ketua Umum Forum OSIS Kudus, Naufal Mahib, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 siswa dari 25 sekolah tingkat SMA sederajat. Para peserta diajak berkeliling menggunakan bus dengan rute dimulai dari Gereja Katolik Santo Yohanes Evangelista di depan Kantor Dukcapil Kudus, kemudian menuju Kelenteng Hok Hien Bio, GKMI Kudus Rayon 1, Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, dilanjutkan ke Pura (rumah I Putu Dantra), dan terakhir ke Vihara Dhammadipa di kawasan Colo.

Di setiap rumah ibadah, teman-teman mendapatkan penjelasan langsung dari tokoh agama setempat tentang ajaran dan praktik ibadah masing-masing. Tujuannya agar mereka bisa memahami secara langsung keberagaman yang ada di Kudus,” terangnya.

Menurut Naufal, ide kegiatan ini lahir dari visi misi Forum OSIS Kudus Generasi ke-7 yang menekankan pentingnya toleransi, sekaligus mendukung program Bupati Kudus dalam menjaga kerukunan umat beragama. Konsep kunjungan lintas agama ini juga terinspirasi dari pengalaman mengikuti Kemah Kebangsaan tingkat Jawa Tengah yang pernah ia ikuti.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta pukul 07.00–07.30 WIB di Gereja Santo Yohanes Evangelista, dilanjutkan pembukaan, briefing, dan doa bersama. Peserta kemudian mengikuti kunjungan rumah ibadah Katolik hingga pukul 09.00 WIB, dilanjutkan perjalanan menuju Kelenteng Hok Hien Bio untuk mengenal rumah ibadah Konghucu. Rombongan berikutnya bertolak ke GKMI Kudus Rayon 1 sebagai rumah ibadah Kristen Protestan, sebelum menuju Masjid Al-Aqsha Menara Kudus untuk mengenal rumah ibadah Islam sekaligus ISHOMA.

Perjalanan dilanjutkan ke Pura sebagai representasi rumah ibadah Hindu, kemudian menuju Vihara Dhammadipa di Colo sebagai rumah ibadah Buddha. Kegiatan ditutup dengan kembali ke Gereja Santo Yohanes Evangelista pada sore hari hingga pukul 17.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus, Andrias Wahyu Adi Setiawan, mengapresiasi inisiatif para pelajar yang tergabung dalam Forum OSIS Kudus. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam menjaga harmoni dan keberagaman di tengah masyarakat.

Kami dari Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Kesbangpol menanggapi sangat positif kegiatan ini. Ini murni gagasan dari adik-adik Forum OSIS, namun sangat selaras dengan tugas kami dalam membina kerukunan dan keberagaman umat beragama di Kudus,” ujarnya.

Ia berharap program ini dapat terus dilanjutkan oleh generasi Forum OSIS berikutnya sebagai agenda rutin yang memperkuat nilai persatuan di kalangan pelajar.

Salah satu peserta, Syara Kunamahira dari MA NU Banat Kudus, mengaku sangat terkesan mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku baru pertama kali masuk dan melihat langsung suasana rumah ibadah agama lain.

Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Saya bisa melihat langsung dan memahami bagaimana praktik ibadah di agama lain. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa saling menghormati,” ungkapnya. (AS/YM)