Diduga Sakit Kambuh, Pedagang Molen di Kudus Meninggal di Dekat Gerobak Dagangan

oleh -529 Dilihat
Foto: Polsek Kudus

Kudus, isknews.com – Seorang pedagang molen ditemukan meninggal dunia di dekat gerobak dagangannya di wilayah Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kota Kudus, Minggu (17/5/2026) pagi. Korban diduga meninggal setelah penyakit bawaan yang dideritanya kambuh saat sedang beraktivitas menyiapkan dagangan.

Korban diketahui berinisial AS (54), warga Kecamatan Welahan. Sehari-hari, korban berjualan molen di area tanah kosong inventaris Yayasan TBS Kudus yang berada di belakang MTS dan TBS, Kelurahan Kajeksan RT 01/RW 02.

Kapolsek Kudus Subkhan mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya pedagang yang meninggal mendadak.

Menurut informasi yang dihimpun petugas, sebelum kejadian korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya kepada sesama pedagang sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu korban mengaku merasa pusing akibat penyakit vertigo yang selama ini dideritanya.

“Korban saat itu sedang menyiapkan adonan dagangan di gerobaknya, lalu mengeluh pusing kepada rekan-rekannya,” ujar AKP Subkhan.

Tak lama berselang, sekitar pukul 09.00 WIB, korban tiba-tiba terjatuh di dekat gerobak dagangannya dan tidak sadarkan diri. Rekan pedagang yang berada di lokasi langsung berupaya memeriksa kondisi korban, namun denyut nadinya sudah tidak terasa.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat kelurahan dan diteruskan ke pihak kepolisian serta petugas ambulans. Personel Polsek Kudus bersama tim medis dan Tim Inafis Polres Kudus segera datang untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis Puskesmas Purwosari bersama Tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan luka memar di bagian dahi kanan yang diduga akibat benturan saat korban jatuh.

“Tidak ditemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan fisik. Dugaan sementara korban meninggal karena penyakit bawaan seperti hipertensi dan vertigo yang kambuh secara mendadak,” jelasnya.

Pihak keluarga korban yang datang ke lokasi menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk dimakamkan. Polisi memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif selama proses penanganan berlangsung. (AS/YM)