KUDUS, ISKNEWS.com – Perjalanan panjang Akademi PS Purba (PS Purwosari Baru) Kudus dalam membina talenta sepak bola usia dini akhirnya berbuah prestasi membanggakan.
Akademi yang bermarkas di Gelora Purwosari, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu sukses mengukir sejarah dengan menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Bola KONI Cup VII 2026 kategori U-12 di Jakarta.
Gelar juara tersebut tidak diraih dengan mudah. Sebelum tampil di putaran nasional, Akademi PS Purba lebih dahulu menjadi juara Regional Semarang Raya sebagai wakil Jawa Tengah.
Di tingkat nasional, mereka harus menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai daerah hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Pelatih Akademi PS Purba, Fatah Yasin, mengatakan keberhasilan itu merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten sejak akademi berdiri. Menurutnya, para pemain ditempa melalui latihan rutin dan pembentukan karakter sehingga mampu bersaing dengan akademi-akademi besar dari berbagai kota.
“Format kompetisinya sama seperti sepak bola pada umumnya. Kami harus menjadi juara di Regional Semarang Raya terlebih dahulu sebagai wakil Jawa Tengah, baru kemudian berhak tampil di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada putaran nasional para pemain menghadapi lawan-lawan tangguh yang memiliki kualitas merata. Namun semangat juang, kedisiplinan, dan kekompakan menjadi modal utama hingga akhirnya mampu membawa pulang trofi juara.
“Anak-anak bermain dengan penuh semangat dan percaya diri. Mereka mampu menjalankan instruksi dengan baik sehingga bisa melewati setiap pertandingan hingga menjadi juara nasional,” katanya.
Fatah menuturkan, pembinaan di Akademi PS Purba dilakukan secara berkelanjutan. Kelompok usia dini menjalani latihan tiga kali setiap pekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat di Gelora Purwosari dengan materi teknik dasar, fisik, hingga pemahaman taktik sesuai kelompok umur.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya berprestasi di satu turnamen, tetapi terus berkembang. Setelah ini kami masih menunggu agenda kompetisi berikutnya. Kemungkinan tahun depan ada turnamen di Bali, tetapi kami masih menunggu informasi resminya,” ungkapnya.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat menerima rombongan pemain, pelatih, dan pengurus Akademi PS Purba dalam agenda silaturahmi di Pendapa Kabupaten Kudus.
Sam’ani menilai keberhasilan Akademi PS Purba menjadi juara nasional merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kudus sekaligus bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di daerah mampu bersaing dengan akademi-akademi besar di Indonesia.
“Alhamdulillah, adik-adik Akademi PS Purba yang mengikuti kompetisi nasional berhasil menjadi juara pertama. Ini adalah bibit-bibit pemain muda yang telah membawa nama baik Kabupaten Kudus. Lawannya berat-berat dari Bandung, Jakarta, dan daerah lainnya, tetapi mereka mampu menunjukkan mental baja serta fisik yang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Sam’ani, keberhasilan tersebut harus menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ia berharap para pemain terus mendapat pembinaan, termasuk melalui Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMP Negeri 3 Kudus sehingga kemampuan mereka terus berkembang hingga mampu menembus level profesional.
“Pembinaan jangan berhenti sampai di sini. Mereka harus terus dilatih agar menjadi pemain yang baik dan bisa membawa nama Kudus bahkan Indonesia di masa depan,” katanya.
Di akhir pesannya, Sam’ani mengingatkan pentingnya olahraga sebagai sarana membentuk karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Anak-anak harus semangat berlatih terus. Di usia seperti sekarang jangan hanya bermain handphone atau game. Salurkan energi melalui olahraga, terus berprestasi, dan jadilah pemain yang membanggakan keluarga, daerah, serta bangsa,” pungkasnya. (YM/YM)







