Kalah Bersaing dengan MI, SD 2 Rahtawu Cuma Raih Dua Murid Baru Tahun Ini

oleh -755 Dilihat
Dua peserta didik baru, Nadine Ayu Azkadina dan Nayla Aprillia Widia Rizki mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama masuk sekolah. (Foto: YM/YM)

KUDUS, ISKNEWS.com – SD 2 Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus menghadapi tantangan serius dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027. Sekolah dasar negeri yang berada di lereng Gunung Muria itu hanya memperoleh dua murid baru, jumlah terendah dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebab utamanya adalah tingginya minat masyarakat menyekolahkan anak di madrasah ibtidaiyah (MI) setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD 2 Rahtawu, Muhammad Miftah, mengakui penerimaan siswa baru tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran 2025/2026 sekolah masih menerima lima murid baru, sedangkan tahun ini hanya dua orang.

“Ya ini paling sedikit,” ujar Miftah saat ditemui di SD 2 Rahtawu, Selasa (14/7/2026).

Dua peserta didik baru tersebut adalah Nadine Ayu Azkadina dan Nayla Aprillia Widia Rizki. Keduanya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama siswa kelas atas pada hari pertama masuk sekolah.

Menurut Miftah, persaingan dengan MI menjadi salah satu faktor yang membuat jumlah pendaftar ke SD 2 Rahtawu terus menurun. Keberadaan MI dinilai mendapat dukungan kuat dari para tokoh masyarakat sehingga lebih diminati oleh para orang tua.

“Kalau MI secara total mulai tokoh-tokoh masyarakat turun semua,” katanya.

Selain faktor persaingan, jumlah anak usia sekolah dasar di sekitar Desa Rahtawu juga relatif sedikit. Kondisi itu membuat setiap lembaga pendidikan dasar harus bersaing lebih keras untuk mendapatkan peserta didik baru.

Ia juga menilai belum adanya guru yang berasal dari Desa Rahtawu turut memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Menurutnya, kehadiran guru lokal dapat membantu membangun kedekatan dengan warga sekaligus memperkuat promosi sekolah.

“Kalau bisa ada guru yang asli sini. Insyaallah kalau ada yang asli sini, tetap ada dampaknya,” ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, SD 2 Rahtawu menyiapkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan daya tarik sekolah. Selain tetap memberikan seragam gratis kepada siswa baru, sekolah juga berencana menghadirkan layanan antar pulang bagi para siswa.

“Bukan menjemput, tapi mengantar pulang. Supaya menarik, selain mendapatkan seragam gratis juga ada tambahan program itu,” jelasnya.

Tidak hanya itu, sekolah juga memperkuat program pembelajaran religius dan mendorong siswa mengikuti berbagai perlombaan akademik maupun nonakademik. Prestasi siswa diharapkan menjadi daya tarik baru agar masyarakat kembali melirik SD 2 Rahtawu.

“Saya bilang sama bapak ibu guru bagaimana kita menawarkan, bagaimana kita menjual produk dari sini. Harapan saya nanti lomba bisa muncul. Insyaallah dengan adanya output anak-anak dari SD 2 Rahtawu nanti akan menjadi daya tarik tersendiri,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu murid baru, Nayla Aprillia Widia Rizki, mengaku senang bisa bersekolah di SD 2 Rahtawu meski hanya memiliki satu teman seangkatan. Ia tetap antusias mengikuti kegiatan MPLS bersama kakak-kakak kelas.

“Senang sekolah di sini. Walaupun cuma berdua, tetap bisa berteman dan ikut MPLS bersama kakak-kakak,” ujarnya sambil tersenyum. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.