KUDUS, ISKNEWS.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus melibatkan sebanyak 540 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dalam kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) IX sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli terhadap sesama, memiliki jiwa kemanusiaan, serta siap menjadi relawan di masa depan.
Kegiatan yang digelar lima tahun sekali tersebut diikuti 36 kontingen dari jenjang PMR Mula, Madya, dan Wira. Selama pelaksanaan Jumbara, para peserta mengikuti berbagai aktivitas kepalangmerahan yang tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga memperkuat karakter, kerja sama, dan kepedulian sosial.
Sekretaris PMI Kabupaten Kudus, Imam Santosa, mengatakan Jumbara menjadi salah satu sarana untuk menghidupkan kembali aktivitas PMR di sekolah yang sempat mengalami penurunan setelah pandemi Covid-19. Menurutnya, berkurangnya kegiatan ekstrakurikuler selama pandemi turut memengaruhi jumlah anggota maupun intensitas pembinaan PMR.
“Kalau dibandingkan penyelenggaraan sebelum pandemi memang jumlah pesertanya lebih sedikit. Setelah Covid-19, aktivitas PMR di sekolah-sekolah sempat menurun sehingga perlu kembali dibangkitkan melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, Jumbara tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bagi anggota PMR untuk saling belajar, bertukar pengalaman, melakukan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membangun persahabatan antarsekolah.
Melalui kegiatan ini, PMI Kudus juga terus mendorong para pembina PMR agar kembali aktif melakukan pembinaan di sekolah masing-masing. Dengan begitu, organisasi PMR diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kami berharap anak-anak PMR semakin berani berkreasi dan berinovasi. Mereka tidak hanya mengikuti latihan rutin, tetapi juga memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan dan semangat kemanusiaannya melalui kegiatan seperti Jumbara,” katanya.
Imam menambahkan, peserta terbaik dalam Jumbara IX belum otomatis menjadi wakil Kabupaten Kudus pada Jumbara tingkat Provinsi Jawa Tengah. PMI Kudus masih akan melakukan seleksi lanjutan disertai pembinaan khusus agar kontingen yang dikirim benar-benar siap menghadapi kompetisi di tingkat berikutnya.
“Kalau nanti ada Jumbara tingkat provinsi, tentu akan kami seleksi kembali dan mendapatkan pendampingan dari PMI agar mampu memberikan hasil terbaik,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, menilai Jumbara merupakan media pembentukan karakter yang efektif bagi generasi muda. Menurutnya, anggota PMR merupakan calon relawan kemanusiaan yang harus dibekali keterampilan sekaligus nilai-nilai kepedulian terhadap sesama.
“Sebagai anggota PMR, kalian adalah calon relawan kemanusiaan di masa depan. Jadikan kegiatan ini sebagai tempat belajar, berbagi pengalaman, mempererat persahabatan, mengasah keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Senada dengan itu, Ketua PMI Jawa Tengah, Haryanto, mengatakan Jumbara menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat pengabdian sejak usia dini. Menurutnya, anggota PMR tidak hanya diajarkan keterampilan pertolongan pertama, tetapi juga dibiasakan bekerja sama, menjaga lingkungan, memperluas persahabatan, dan terlibat dalam aksi kemanusiaan.
“Jangan hanya belajar P3K, tetapi juga tumbuhkan kepedulian, persahabatan, kerja sama, dan semangat kemanusiaan agar lahir generasi yang siap mengabdi kepada sesama,” pungkasnya. (AS/YM)






