Sabet 38 Emas, Kudus Juara Umum Kejurnas Pencak Silat di Purbalingga

oleh -743 Dilihat
(Foto: Dok, ASK)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Kontingen Akademi Silat Kudus (ASK) berhasil membawa harum nama Kabupaten Kudus setelah keluar sebagai juara umum pada Kejuaraan Pencak Silat Challenge Open Tingkat Nasional di GOR Sasana Krida Purbalingga, 1-2 Agustus 2026. Dalam ajang yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut, ASK sukses mengoleksi 38 medali emas, 15 perak, dan 5 perunggu.

Pelatih Bangau Ruyung, Mas’ud, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih menjadi bukti kerja keras para atlet dan tim pelatih selama menjalani proses pembinaan.

Alhamdulillah ASK juara umum. Kami meraih juara umum satu tingkat usia dini, juara umum satu pra remaja, juara umum dua remaja, Grand Champion satu, serta juara satu favorit,” ujar Mas’ud.

Ia menjelaskan, dari total perolehan medali tersebut, atlet tingkat sekolah dasar (SD) menyumbangkan 18 medali emas, tingkat sekolah menengah pertama (SMP) meraih 16 emas, sedangkan tingkat sekolah menengah atas (SMA) menyumbangkan 4 emas.

Keberhasilan tersebut diraih setelah ASK menurunkan sebanyak 58 atlet dalam kejuaraan nasional tersebut. Kontingen dilepas dari depan Gedung DPRD Kudus, Jumat (31/7/2026), dengan membawa target utama meraih gelar juara umum.

Mas’ud mengatakan, dari jumlah atlet yang diberangkatkan, sebanyak 57 pesilat berasal dari perguruan Bangau Ruyung, sementara satu atlet lainnya berasal dari Persaudaraan Jati Diri Nusantara. Seluruhnya bergabung dalam satu kontingen dengan membawa nama Akademi Silat Kudus.

Total ada 58 atlet yang kami berangkatkan. Mereka tampil membawa nama ASK dan Kabupaten Kudus pada kejuaraan tingkat nasional ini,” katanya.

Dalam kejuaraan tersebut, para atlet mengikuti dua kategori pertandingan, yakni kategori seni dan kategori tanding. Peserta yang diturunkan berasal dari berbagai kelompok usia, mulai tingkat usia dini hingga kategori pelajar SMP dan SMA.

Mas’ud menyebut keberhasilan ASK tidak lepas dari program latihan yang dilakukan secara rutin. Sebelum mengikuti kejuaraan, para atlet telah menjalani latihan intensif sebanyak lima kali dalam satu pekan untuk menjaga kemampuan teknik maupun fisik.

Latihan tetap berjalan meskipun tidak ada pertandingan. Jadi ketika ada kejuaraan, atlet hanya perlu melakukan pemantapan dan menjaga kondisi,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kejurnas Pencak Silat Purbalingga juga menjadi bagian dari persiapan ASK menghadapi agenda berikutnya, yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah yang akan berlangsung di Semarang pada September mendatang.

Menurutnya, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan atlet, terutama dalam hal mental bertanding, strategi, dan kesiapan teknik sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Kejuaraan ini menjadi try out bagi atlet. Kami bisa melihat perkembangan mereka dan melakukan evaluasi agar lebih siap menghadapi Popda nanti,” ungkapnya.

Mas’ud menuturkan, keberhasilan pembinaan atlet pencak silat tidak hanya bergantung pada kemampuan teknik, tetapi juga pembentukan karakter dan mental sejak usia dini. Karena itu, para pelatih terus memberikan pendampingan agar atlet berkembang secara maksimal.

Khusus atlet usia dini, pendekatannya harus lebih sabar. Selain teknik, kami juga membangun mental dan karakter mereka supaya siap menghadapi pertandingan,” pungkasnya. (AS/YM)