Genap 60 Tahun, UIN Sunan Kudus Kukuhkan Dua Guru Besar dan Luncurkan Buku Bunga Rampai

oleh -333 Dilihat
Penyerahan simbolis buku bunga rampai Spirit Sunan Kudus dan Islam Kosmopolitan untuk Peradaban Masa Depan kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang diwakili Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugroho, dalam rangkaian Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus, Senin (10/8/2026). (Foto: ist)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Memasuki usia ke-60, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menandai perjalanan panjangnya dengan memperkuat tradisi akademik dan intelektual. Momentum tersebut ditandai melalui pengukuhan dua guru besar serta peluncuran buku bunga rampai dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-60 di Gedung Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kudus, Senin (10/8/2026).

Selain pengukuhan guru besar dan peluncuran buku, rangkaian puncak Dies Natalis juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi serta apresiasi bagi tiga jurnal ilmiah di lingkungan UIN Sunan Kudus yang berhasil memperoleh peringkat SINTA.

Sidang Senat Terbuka tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan UIN Sunan Kudus untuk mengevaluasi capaian selama enam dekade sekaligus memperkuat arah pengembangan perguruan tinggi pada masa mendatang.

Dalam agenda tersebut, UIN Sunan Kudus mengukuhkan Prof. Dr. Adri Effery, M.Ag. sebagai Guru Besar Bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam. Selain itu, Prof. Dr. Ma’mun Mu’min, M.Ag., M.Si., M.Hum. juga resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Ilmu Tafsir.

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., mengatakan usia enam dekade menjadi kesempatan untuk menengok kembali perjalanan institusi sekaligus mempersiapkan langkah yang lebih besar di masa depan.

Menurutnya, perkembangan UIN Sunan Kudus hingga mencapai usia 60 tahun tidak terlepas dari kontribusi berbagai unsur sivitas akademika. Perubahan status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN juga menjadi bagian dari proses transformasi yang membawa tantangan sekaligus tanggung jawab baru.

Prof. Dur menyebut perubahan kelembagaan tersebut bukan hanya berkaitan dengan perubahan nama dan status perguruan tinggi. Transformasi menjadi UIN dinilai sebagai awal dari fase baru bagi PTKIN di kawasan Pantura Timur.

“Transformasi IAIN Kudus menjadi UIN Sunan Kudus bukan sekadar perubahan status kelembagaan. Ini adalah babak baru PTKIN Pantura Timur. Kita memasuki fase baru untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam yang memiliki mandat keilmuan lebih luas dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban,” ujarnya.

Ia menambahkan, posisi sebagai salah satu PTKIN di kawasan Pantura Timur membuat UIN Sunan Kudus memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk mengembangkan keunggulan akademik dan intelektual yang mampu memberikan manfaat melampaui wilayah lokal.

“UIN Sunan Kudus harus menjadi cahaya ilmu bagi Pantura Timur. Dari Kudus, kita ingin membangun pusat keunggulan akademik, melahirkan generasi intelektual yang berkarakter, memperkuat riset dan inovasi, serta menghadirkan lulusan yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Luncurkan Buku Bunga Rampai

Peringatan Dies Natalis ke-60 juga ditandai dengan peluncuran buku bunga rampai berjudul Spirit Sunan Kudus dan Islam Kosmopolitan untuk Peradaban Masa Depan.

Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi 87 penulis yang berasal dari kalangan profesor, akademisi, intelektual, hingga peneliti. Karya tersebut memiliki ketebalan mencapai 1.048 halaman dan memuat berbagai pemikiran mengenai Islam kosmopolitan serta tantangan peradaban di masa mendatang.

Peluncuran buku itu menjadi salah satu bentuk refleksi perjalanan enam dekade UIN Sunan Kudus melalui karya akademik. Beragam gagasan yang dituangkan para penulis diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi intelektual kampus dalam merespons perkembangan zaman.

Berikan Penghargaan bagi Mahasiswa dan Jurnal

Tidak hanya mengapresiasi para guru besar dan karya intelektual, UIN Sunan Kudus juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap capaian mahasiswa yang membawa nama baik UIN Sunan Kudus melalui berbagai bidang prestasi.

Apresiasi juga diberikan kepada tiga jurnal ilmiah yang berada di lingkungan UIN Sunan Kudus dan berhasil memperoleh peringkat SINTA. Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas upaya pengelola jurnal dalam meningkatkan mutu publikasi serta memperkuat ekosistem akademik di lingkungan perguruan tinggi. (AS/YM)