KUDUS, ISKNEWS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus mulai mematangkan seluruh persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Venue pertandingan hingga jadwal pelaksanaan bagi kontingen Kudus yang akan berlaga di kawasan Semarang Raya kini telah disusun sebagai pegangan menuju pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Pertandingan kontingen Kudus akan tersebar di lima wilayah tuan rumah, yakni Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kota Semarang. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, sejumlah cabang olahraga mulai bertanding pada 21 Oktober hingga 30 Oktober 2026.
Ketua KONI Kabupaten Kudus Sulistiyanto mengatakan, kepastian jadwal dan lokasi pertandingan menjadi bagian penting dalam persiapan akhir kontingen. Seluruh cabang olahraga diminta segera menyesuaikan persiapan, termasuk kebutuhan keberangkatan dan kesiapan atlet menjelang pertandingan.
“Venue dan jadwal pertandingan ini harus benar-benar dipahami oleh masing-masing cabang olahraga. Jangan sampai atlet sudah siap bertanding, tetapi persoalan teknis perjalanan dan kesiapan di lokasi justru menjadi kendala. Semua harus dipersiapkan sejak sekarang,” kata Sulistiyanto.
Di Kabupaten Demak, kontingen Kudus dijadwalkan mengikuti pertandingan bulutangkis di GOR Sunan Kalijaga pada 27-30 Oktober dan gulat di Gedung Wisma Halim pada 28-30 Oktober. Sementara di Kabupaten Kendal, atlet Kudus akan tampil di sejumlah cabang olahraga seperti esport, bridge, hapkido, balap sepeda, tarung derajat, dan panahan.
Kabupaten Semarang menjadi lokasi pertandingan untuk cabang olahraga karate, balap motor, bola voli indoor, biliar, dan tenis meja. Beberapa pertandingan akan berlangsung di kawasan Wujil dan Sirkuit Bantir Sumowono.
Sementara Kota Salatiga akan menjadi arena pertandingan bagi sejumlah cabang olahraga, di antaranya anggar, kick boxing, muaythai, judo, menembak, taekwondo, dan wushu. Jadwal pertandingan cabang-cabang tersebut sebagian besar berlangsung pada pekan terakhir Oktober 2026.
Adapun Kota Semarang menjadi salah satu wilayah dengan sebaran venue pertandingan paling banyak bagi kontingen Kudus. Atlet Kudus dijadwalkan berlaga di berbagai cabang olahraga, mulai dari bola basket, golf, sepak bola, soft tenis, squash, tenis lapangan, tinju, xiangqi hingga softball. Venue pertandingan tersebar di sejumlah fasilitas olahraga, termasuk kawasan Jatidiri, Unnes, dan venue lainnya.
Selain kesiapan teknis dan manajemen kontingen, Sulistiyanto juga menyinggung soal dukungan anggaran untuk menghadapi Porprov Jawa Tengah 2026. Menurutnya, ajang olahraga multicabang tersebut menjadi program prioritas KONI Kudus pada tahun ini.
Ia menyebut, hampir sekitar 70 persen anggaran KONI Kabupaten Kudus dialokasikan untuk mendukung kegiatan Porprov 2026. Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya memaksimalkan persiapan kontingen dan mendukung kebutuhan selama pelaksanaan pertandingan.
“Porprov ini menjadi fokus utama kami. Hampir sekitar 70 persen anggaran KONI memang dialokasikan untuk kegiatan Porprov, karena ini merupakan agenda besar dan menjadi target bersama untuk membawa prestasi olahraga Kudus,” ujar Sulistiyanto.
Menurut dia, besarnya perhatian terhadap Porprov harus diimbangi dengan kesiapan seluruh elemen. Tidak hanya atlet dan pelatih, tetapi juga pengurus cabang olahraga serta tim pendukung harus memastikan seluruh kebutuhan kontingen dapat terkoordinasi dengan baik.
Penyebaran venue pertandingan di lima wilayah Semarang Raya menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, KONI Kudus menyiapkan koordinasi untuk memastikan setiap cabang olahraga mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan selama pelaksanaan pertandingan.
“Porprov bukan hanya soal kesiapan atlet saat berada di arena pertandingan. Manajemen kontingen, koordinasi, transportasi, kesehatan, dan pendampingan juga harus berjalan baik. Kami ingin seluruh atlet Kudus bisa fokus memberikan penampilan terbaik dan berjuang membawa pulang prestasi,” tegasnya.
Sulistiyanto berharap waktu yang tersisa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mematangkan kesiapan. Dengan jadwal dan venue yang telah menjadi pegangan, seluruh kekuatan kontingen Kudus kini diharapkan semakin fokus menghadapi persaingan Porprov Jawa Tengah 2026.
“Sekarang waktunya semua fokus. Jadwal dan venue sudah menjadi pegangan, tinggal bagaimana kita memastikan atlet datang dengan kondisi terbaik dan pulang membawa hasil yang membanggakan bagi Kabupaten Kudus,” pungkas Sulistiyanto. (YM/YM)







