Dapat Bantuan Revitalisasi Rp691 Juta, SDN 1 Margorejo Benahi Toilet hingga Perpustakaan

oleh -281 Dilihat
Plt Kabid Dikdas Disdikpora Kudus Agus Subandi bersama Perencana Revitalisasi SDN 1 Margorejo Dhini Yuniastuty dan rekanan meninjau langsung pengerjaan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah, Jumat (4/9/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM — SDN 1 Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mendapat bantuan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan senilai Rp691.630.000 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk membenahi sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari toilet hingga perpustakaan.

Selain dua fasilitas tersebut, program revitalisasi juga mencakup perbaikan dua ruang kelas, ruang laboratorium, serta ruang UKS. Pembangunan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kelayakan sarana belajar dan mendukung kenyamanan siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Salah satu pekerjaan yang menjadi bagian dari revitalisasi yakni pembangunan kembali toilet sekolah. Bangunan toilet lama diketahui mengalami kerusakan cukup berat sehingga perlu dilakukan perbaikan agar fasilitas sanitasi menjadi lebih layak digunakan.

Setelah direvitalisasi, toilet tersebut dirancang memiliki delapan bilik. Rinciannya, enam bilik digunakan sebagai kamar mandi, sedangkan dua bilik lainnya disiapkan untuk fasilitas wudu.

Plt Kabid Dikdas Disdikpora Kudus, Agus Subandi, menjelaskan besarnya anggaran untuk pekerjaan toilet berkaitan dengan kondisi kerusakan bangunan serta standar harga yang ditetapkan dalam program revitalisasi dari pemerintah pusat.

“Pembangunan rehab toilet khususnya di SDN 1 Margorejo itu memang anggarannya besar. Jadi memang kita mengacu sebetulnya untuk item pekerjaan berdasarkan tingkat kerusakan,” ujar Agus, Jumat (4/9/2026).

Ia menerangkan, berdasarkan laporan awal, tingkat kerusakan toilet di sekolah tersebut mencapai sekitar 95 persen. Namun, setelah dilakukan efisiensi dalam proses perencanaan, tingkat kerusakan yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan berada di kisaran 65 persen.

Agus menambahkan, besaran harga satuan dalam proyek revitalisasi tersebut mengikuti indeks yang telah ditetapkan oleh kementerian. Data mengenai kondisi bangunan, tingkat kerusakan, serta kebutuhan volume pekerjaan kemudian dimasukkan oleh pihak sekolah, panitia, dan perencana.

“Indeknya dari kementerian seperti itu,” katanya.

Menurutnya, indeks harga yang digunakan dalam program kementerian berbeda dengan standar harga yang biasa diterapkan dalam proyek pemerintah daerah.

Jika standar perhitungan daerah berada pada kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta per meter, dalam program revitalisasi kementerian angkanya dapat mencapai sekitar Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per meter. Besaran tersebut tetap menyesuaikan volume pekerjaan dan tingkat kerusakan bangunan.

“Jadi memang indeks kementeriannya,” tandas Agus.

Sementara itu, Perencana Revitalisasi Satuan Pendidikan SDN 1 Margorejo, Dhini Yuniastuty, menyebut proses perencanaan pembangunan telah dimulai sejak Juli 2026. Saat ini, pekerjaan fisik di sekolah tersebut sudah memasuki tahap pelaksanaan.

Menurut Dhini, pembangunan fisik mulai dikerjakan sekitar dua minggu sebelum wawancara dilakukan. Seluruh pekerjaan ditargetkan dapat rampung pada akhir November 2026.

“Kita kan sudah tahap perencanaan sudah selesai, terus ini kita tahap pembangunan. Dan untuk sementara ini Margorejo memang baru mulai dari satu kamar mandi dengan perpustakaan,” jelas Dhini.

Ia mengatakan, penentuan besaran bantuan diawali dengan pengajuan luasan bangunan dan tingkat kerusakan berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Data tersebut selanjutnya menjadi bahan bagi kementerian dalam menentukan besaran anggaran revitalisasi.

Untuk fasilitas toilet, pembangunan nantinya dilengkapi enam bilik kamar mandi dan dua bilik wudu. Material yang digunakan di antaranya kloset Toto, pintu UPVC, atap galvalume berpasir, serta plafon berbahan elite.

“Angka harga satuannya dari kementerian,” pungkasnya. (AS/YM)