MAPSI SD ke-27 Kecamatan Kota di Kudus Diikuti 482 Peserta

oleh -248 Dilihat
Peserta MAPSI SD ke-27 tingkat Kecamatan Kota Kudus bersiap mengikuti berbagai cabang lomba sebelum kompetisi dimulai, Sabtu (5/9/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Sebanyak 482 peserta mengikuti Musabaqah Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-27 tingkat Kecamatan Kota Kudus tahun 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka di SD Unggulan Muslimat NU Kudus, Sabtu (5/9/2026).

Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, mengatakan kegiatan MAPSI menjadi salah satu wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa di bidang pendidikan agama Islam sekaligus seni Islami.

“Harapannya dari masing-masing kecamatan nanti bisa muncul juara-juara yang memang berpotensi untuk mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten. Dari sana akan dipilih yang terbaik untuk mewakili Kabupaten Kudus di tingkat provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan MAPSI tingkat kecamatan akan berlangsung secara bertahap di sejumlah kecamatan. Setelah seluruh rangkaian tingkat kecamatan selesai, para juara akan dipertemukan dalam MAPSI tingkat Kabupaten Kudus yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026.

Selanjutnya, peserta terbaik dari tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk mengikuti MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 11-13 November 2026 di Kabupaten Purworejo.

“Jadi kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan. Kami ingin benar-benar mendapatkan anak-anak terbaik yang nantinya mampu membawa nama Kecamatan dan Kabupaten Kudus di tingkat yang lebih tinggi,” jelas Purwo.

Khusus di Kecamatan Kota Kudus, lanjut dia, terdapat 13 cabang lomba yang dipertandingkan dengan jumlah peserta mencapai 482 siswa. Cabang tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, seni Islami, hingga keterampilan keagamaan dan teknologi.

Beberapa cabang yang dipertandingkan antara lain tilawatil Qur’an, azan, tahfiz, cerita Islami, khitobah, TIK/teknologi informatika Islami, serta cabang seni religi dan rebana. Ada pula lomba praktik wudu dan salat.

Purwo menyebut Kecamatan Kota memiliki sejumlah potensi yang cukup menonjol dalam bidang pendidikan agama Islam. Salah satunya pada cabang khitobah serta praktik wudu dan salat.

“Kecamatan Kota ini memiliki banyak sekolah, termasuk sekolah swasta berbasis Islam. Karena itu, potensi anak-anak dalam kegiatan PAI cukup beragam dan kami berharap bisa muncul talenta-talenta terbaik,” katanya.

Dalam pelaksanaan tahun ini, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap proses penjurian untuk menjaga objektivitas dan menghindari potensi gesekan antarpeserta maupun pendukung.

Salah satu upayanya dengan memilih dewan juri yang dinilai profesional serta menempatkan panitia pendamping yang lebih teliti dalam membantu proses penilaian.

“Untuk menjaga supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami memilih juri yang profesional. Panitia pendamping juri juga harus lebih teliti dalam proses penilaian,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat perubahan mekanisme pengumuman hasil lomba dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya seluruh cabang lomba digabung dalam satu tempat, tahun ini pengumuman dilakukan sesuai cabang lomba masing-masing setelah proses penilaian selesai.

Purwo berharap seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan menjunjung sportivitas. Menurutnya, penilaian harus benar-benar berdasarkan kemampuan peserta sehingga siswa yang terpilih nantinya merupakan mereka yang paling layak untuk melaju ke tingkat berikutnya.

“Pesan kami kepada dewan juri, khususnya di Kecamatan Kota, berikan penilaian yang terbaik untuk anak-anak. Tidak ada tendensi apa pun. Pilih memang yang benar-benar terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Maulana Majid, mengatakan MAPSI diharapkan mampu menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan talenta yang selama ini belum banyak terlihat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini muncul talenta-talenta anak yang selama ini mungkin masih terpendam, khususnya di bidang pendidikan agama dan seni Islam,” katanya.

Ia menambahkan, peserta terbaik dari masing-masing cabang lomba tingkat kecamatan nantinya akan mengikuti seleksi di tingkat Kabupaten Kudus pada 14 Oktober 2026.

“Juara terbaik dari tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Kabupaten Kudus pada tingkat provinsi yang dilaksanakan 11 sampai 13 November di Kabupaten Purworejo,” jelasnya.

Maulana juga berharap seluruh sekolah dapat mendukung kegiatan MAPSI, termasuk melalui penguatan pendidikan agama Islam di sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya mendorong pembelajaran agama Islam yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Kudus.

“Kami berharap semua sekolah dapat mendukung dan mengikuti program maupun perlombaan ini. Dari sini kita ingin mengeluarkan talenta-talenta terbaik anak-anak di bidang pendidikan agama,” pungkasnya. (AS/YM)