KUDUS, ISKNEWS.COM – Tangis haru pecah di rumah ibunda Yusuf (37), sopir truk ekspedisi, dan Muhammad Adam Assegaf (20), kernet truk sekaligus adik kandung Yusuf, di Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Senin (21/9/2026).
Suasana semakin haru saat Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Kepala Baznas Kabupaten Kudus dan rombongan mendatangi rumah keluarga untuk memberikan dukungan kepada keluarga dua warga Kudus yang hingga kini masih dalam pencarian setelah musibah KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo.
Kedatangan rombongan disambut tangis ibunda Yusuf dan Adam. Sang ibu tak kuasa menahan kesedihan ketika menceritakan kedua anaknya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Kepala Baznas Kabupaten Kudus dan rombongan juga menggelar doa bersama di rumah keluarga korban.
Doa dipanjatkan agar proses pencarian Yusuf dan Adam segera membuahkan hasil serta keluarga memperoleh kepastian mengenai keberadaan keduanya.
Suasana haru semakin terasa ketika doa bersama berlangsung. Ibunda Yusuf dan Adam tampak menundukkan kepala sambil menahan tangis, sementara keluarga lainnya turut memanjatkan doa agar kedua korban segera ditemukan.
Yusuf dan Adam diketahui berangkat bersama untuk bekerja di bidang ekspedisi. Yusuf bekerja sebagai sopir truk, sedangkan Adam merupakan kernet sekaligus adik kandungnya.
Keduanya diperkirakan berangkat dari Kudus pada Jumat (11/9/2026) dan masuk ke kapal pada Sabtu (12/9/2026).
Sebelum komunikasi terputus, keluarga masih sempat berkomunikasi dengan Adam melalui WhatsApp pada Sabtu. Bahkan, Adam masih sempat membantu persiapan hajatan keluarga sebelum berangkat bekerja.
Tante korban, Elok Nila Kartina, mengatakan komunikasi dengan Yusuf dan Adam kemudian terputus sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.
Keluarga baru mendapatkan kabar mengenai musibah tersebut pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Informasi disampaikan Umi, istri Yusuf, melalui grup keluarga dan meminta keluarga mendoakan keselamatan keduanya.
Keluarga kemudian berusaha memastikan keberadaan Yusuf dan Adam. Elok menghubungi Muhammad Rifai, saudara korban yang juga bekerja di bidang ekspedisi.
Dari komunikasi tersebut diketahui nama Yusuf dan Adam tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Sejak kabar musibah diterima, keluarga juga berupaya mengikuti langsung proses pencarian. Pada hari pertama setelah kejadian, Umi bersama sejumlah anggota keluarga, termasuk Buyung, berangkat menuju Surabaya.
Keluarga berada di Surabaya selama tiga hari untuk memantau perkembangan pencarian. Karena belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Yusuf dan Adam, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin sekitar pukul 13.00 WIB bersama Muhammad Rifai.
Di tengah penantian tersebut, keluarga juga menyimpan cerita mengenai rencana masa depan Adam yang kini harus tertunda.
Pemuda berusia 20 tahun itu ternyata baru saja melangsungkan lamaran sekitar satu hingga dua bulan sebelum musibah kapal terjadi.
Elok menuturkan, Adam merupakan anak bungsu di keluarganya dan belum menikah. Ia telah memiliki rencana untuk melangsungkan pernikahan dengan perempuan asal Getas, Pejaten.
Pernikahan tersebut rencananya akan dilangsungkan tahun depan setelah Hari Raya. Sebelum berangkat bekerja, Adam juga tengah berusaha mengumpulkan tabungan untuk mempersiapkan kebutuhan pernikahannya.
“Hubungan Adam dengan calon istrinya juga cukup dekat. Perempuan tersebut rutin datang dan menemani keluarga korban setiap malam sejak musibah terjadi,” ujar Elok, Senin (21/9/2026).
Kini, rencana pernikahan yang telah dipersiapkan Adam harus tertunda. Keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaannya setelah hilang kontak dalam perjalanan menggunakan KM Virgo Transport 8.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan keprihatinan sekaligus memastikan Pemkab Kudus akan membantu keluarga korban.
“Siap bantu total. Nanti dari BPBD yang akan komunikasi langsung,” kata Sam’ani.
Pemkab Kudus melalui BPBD akan berkoordinasi dengan tim pencarian di lokasi, termasuk Basarnas dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk mengetahui perkembangan pencarian kedua warga Kudus tersebut.
Pemkab Kudus juga masih mengecek kemungkinan adanya santunan atau jaminan bagi korban melalui BPJS Ketenagakerjaan. Koordinasi dengan perusahaan tempat Yusuf dan Adam bekerja akan dilakukan untuk memastikan hak-hak yang dapat diterima keluarga.
Sementara itu, keluarga masih menggantungkan harapan pada proses pencarian di laut Masalembo. Di rumah ibunda di Desa Demangan, doa dan harapan terus dipanjatkan agar Yusuf dan Adam segera ditemukan dan keluarga memperoleh kepastian.
“Kami semuanya ikut prihatin. Karena ibu tadi, dua-duanya anaknya, pasti syok. Kami ikut prihatin,” pungkas Sam’ani.








