Pemerintah Tinjau Layanan CKG Terintegrasi Skrining TB di Pesantren Qudsiyyah Putri Kudus

oleh -91 Dilihat

KUDUS, ISKNEWS.COM — Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Kudus meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan penemuan aktif kasus tuberkulosis (TB) dan pelayanan dokter spesialis di Pondok Pesantren Qudsiyyah Putri, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30 hingga 16.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pelayanan kesehatan sekaligus mendukung percepatan penemuan kasus TB melalui pemeriksaan kesehatan di lingkungan pesantren.

Kunjungan tersebut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, M.Si., M.M., Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wachid, serta Bupati Kudus Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, S.T., M.T. Sejumlah pejabat pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pengelola yayasan, dan unsur terkait juga turut hadir.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan memantau sejumlah tahapan pelayanan kesehatan, meliputi pemeriksaan gigi, pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan pendengaran, serta pengukuran tekanan darah.

Rombongan kemudian meninjau pelayanan di ruang rontgen dan pelayanan dokter spesialis, khususnya konsultasi dengan dokter spesialis anak dan dokter spesialis paru. Pemantauan dilanjutkan ke ruang NPOC serta ruang konsultasi dan obat.

Program CKG yang terintegrasi dengan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif diarahkan untuk mendukung upaya identifikasi kasus TB secara lebih dini. Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanggulangan TB melalui pelayanan kesehatan yang melibatkan berbagai unsur terkait.

Dalam kegiatan ini, koordinasi lintas sektor menjadi salah satu aspek penting, mencakup pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, unsur kecamatan, serta pemangku kepentingan di lingkungan masyarakat.

Kunjungan tersebut juga bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta memperkuat dukungan terhadap percepatan penanggulangan TB di Kabupaten Kudus.

Pelaksanaan kegiatan di Ponpes Qudsiyyah Putri, yang mencakup jenjang MTs dan MA, diikuti sekitar 300 orang berdasarkan laporan kegiatan. Namun, jumlah peserta tersebut belum dapat dipastikan sebagai jumlah orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Data mengenai jumlah peserta yang menjalani skrining TB, hasil pemeriksaan, serta tindak lanjut bagi peserta yang memerlukan pemeriksaan lanjutan belum tercantum dalam laporan yang tersedia.

Kegiatan kunjungan dan pemantauan pelayanan kesehatan tersebut berlangsung tertib dan lancar. Pelaksanaan program diharapkan dapat mendukung penguatan layanan kesehatan serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan TB di Kabupaten Kudus. (*)