Gus Muwafiq Resmikan Masjid Nurul Huda Kudus pada Pengajian Akbar Maulid Nabi

oleh -60 Dilihat
Peresmian Masjid Nurul Huda di Jekulo, Kudus, ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Gus Muwafiq. Selasa, (3/11/2026). (Foto: Najib/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Peresmian Masjid Nurul Huda di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, digelar pada Selasa (3/11/2026) malam bersamaan dengan Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut diawali dengan penampilan Grup Rebana Al-Mubarok dari Kudus. Sejumlah tokoh agama turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ustadz H. Asfal Maula atau Gus Apank dan Gus Muwafiq dari Yogyakarta.

Setelah pembukaan acara, prosesi peresmian masjid dilaksanakan dengan pemotongan pita oleh Gus Muwafiq. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan di hadapan para jamaah.

Dalam ceramahnya, Gus Muwafiq mengajak jamaah memahami makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali diutusnya Rasulullah oleh Allah SWT guna memberikan petunjuk dan keselamatan bagi umat manusia.

“Yang jenengan peringati ini utusannya Gusti Allah, ya karena Gusti Allah ngutus Rasul iku supaya kalian semua selamat, dan ketika pulang itu gak kesasar,” tutur Gus Muwafiq.

Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, Cipto Hadi Saputra (Kiri) dan Gus Muwafiq (tengah). (Foto: Najib/ISKNEWS.COM)

Rampungnya renovasi Masjid Nurul Huda tidak lepas dari kebutuhan untuk menambah daya tampung jamaah, terutama saat pelaksanaan salat Jumat. Sebelum direnovasi, kapasitas masjid tidak mencukupi sehingga sebagian jamaah terpaksa melaksanakan salat di pelataran atau halaman rumah yang berada tepat di samping masjid.

Kondisi tersebut juga membuat sebagian jamaah kesulitan mendengar suara imam karena jarak tempat salat yang cukup jauh. Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, Cipto Hadi Saputra, menjelaskan bahwa keterbatasan kapasitas itu kemudian mendorong takmir untuk membahas rencana renovasi dan perluasan masjid.

Pembangunan mulai dikerjakan pada 21 Desember 2021 dengan kas awal sebesar Rp310 juta. Saat itu, biaya pembangunan diperkirakan akan menghabiskan sekitar Rp1,9 miliar. Namun, seiring berjalannya pengerjaan, kebutuhan biaya terus meningkat hingga total pengeluaran mencapai sekitar Rp3 miliar.

Besarnya kebutuhan pembangunan tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat. Cipto mengatakan, bantuan datang dari berbagai pihak, baik dalam bentuk uang, material bangunan maupun tenaga. Sebagian besar dukungan tersebut berasal dari jamaah dan warga RW 4.

“Dan alhamdulillah donaturnya banyak, ada yang berupa barang, ada yang uang, waktu, dan kebanyakan hadir dari jamaah warga RW 4. Responsnya antusias sekali,” ujar Cipto.

Suasana Masjid Nurul Huda saat peresmian sekaligus pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: Najib/ISKNEWS.COM)

Selain bantuan dari para donatur, perluasan masjid juga mendapat dukungan dari Khusmed Karto Atmojo yang menyumbangkan sebagian tanah miliknya untuk pembangunan. Dukungan tersebut turut membantu proses renovasi dan penambahan kapasitas masjid.

Dengan selesainya renovasi dan perluasan ini, Masjid Nurul Huda diharapkan dapat menampung lebih banyak jamaah, khususnya saat salat Jumat. Pembangunan tersebut sekaligus menjadi wujud gotong royong masyarakat dalam menghadirkan tempat ibadah yang lebih luas dan nyaman bagi warga Desa Honggosoco. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.