Kapolda Jateng Minta Mahasiswa Tak Mudah Terprovokasi Info Hoax

oleh -285 Dilihat
oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono memberikan kuliah umum di Universitas Muria Kudus (UMK), kepada para mahasiswa baru yang mengikuti masa pengenalan akademik mahasiswa baru (Sapamaba), Jumat (15/09/2017).

Bertempat di Gedung Auditorium Kampus UMK, kegiatan ini mengangkat tema ”Merajut Kebhinekaan Dalam Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa”. Selain memberikan kuliah umum juga dilakukan penandatanganan MoU oleh Polda Jateng dengan UMK.

Condro menyampaikan, kuliah umum yang disampaikan kali ini merupakan salah satu kegiatan untuk menguatkan kebhinekaan kepada mahasiswa. Mengingat mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa, makan diperlukan kegiatan semacam ini untuk memberikan pemahaman bahwa hidup Indonesia penuh dengan keberagaman.

Berbagai, lanjutnya, keberagaman yang ada tentunya berpotensi menimbulkan konflik cukup besar, meski begitu mahasiswa diminta tidak mudah terpecah belah dengan isu SARA yang mengancam kebhinekaan dan keberagaman bangsa.

”Konflik itu lumrah terjadi karena kita hidup bermasyarakat, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa menyamakan persepsi. Sehingga potensi konflik dapat diminimalisir,” tuturnya.

Mantan Kapolres Kudus itu juga menyoroti mobilisasi massa ke Magelang beberapa waktu lalu dengan dalih aksi bela Rohingya. Menurutnya pergerakan massa tersebut justru berpotensi menimbulkan konflik dan memecah persatuan bangsa.

Dikatakannya, pergerakan itu berawal dari sosial media yang dimakan mentah-mentah oleh masyarakat. Sehingga mereka (masyarakat, red) menjadi terpengaruh untuk mengikuti aksi tersebut.

Untuk itu, ia berpesan kepada mahasiswa agar bisa memfilter informasi yang ada di social media. ”Jangan mudah terpengaruh dengan info yang masih diragukan kebenarannya, kalau mahasiswa mudah terpengaruh bisa kacau masa depan bangsa ini,” imbuh Condro.

Condro berpesan kepada mahasiswa agar mampu mengelola konflik, minimal di daerah tempat tinggalnya. Selain belajar di akademik juga sangat diperlukan belajar mengelola konflik sosial.

Sementara itu Rektor UMK Suparnyo mengatakan, mahasiswa merupakan generasi penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Sudah sewajarnya mahasiswa belajar lebih keras lagi agar mampu berkompetisi demi kemajuan bangsa.

”Kita harus mampu berkontribusi untuk bangsa dan Negara ini. Langkah yang tepat saat ini adalah dengan belajar sungguh-sungguh dan lebih keras lagi. Jika nanti sudah lulus baru diaplikasikan ilmu yang kita dapat dari kampus,” ujarnya. (MK)

No More Posts Available.

No more pages to load.