Deteksi Dini Dan Pencegahan Kanker Serviks

oleh -471 Dilihat

Kudus, Isknews.com – Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Infeksi merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu.

Kanker serviks merupakan kanker yang perlu diwaspadai oleh semua wanita. Kanker ini dapat menginfeksi wanita tanpa memandang usia maupun gaya hidup, sehingga anda perlu berhati hati.

Sosialisai Deteksi dini dan pencegahan kanker serviks oleh DKK tahun lalu (Foto: AS)

Di dunia secara internasional secara statistik telah diketahui 500.000 orang wanita didiagnosa telah menderita kanker serviks dan kurang lebih 270.000 wanita di antaranya mengalami kematian. Bahkan jika di rata rata, maka tiap satu jam terdapat satu orang wanita yang meninggal di dunia ini akibat terkena kanker serviks.

Di Indonesia sendiri telah terdapat 40 wanita yang telah mendapatkan diagnoae bahwa dirinya mengidap kanker serviks, dengan 20 wanita yang meninggal akibat kanker serviks. Angka ini bisa terus menanjak dalam kurun waktu yang tidak lama, sehingga setiap wanita harus mampu menghindari penularan virus HPV ini.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus perlu melakukan sosialisasi deteksi dini kanker ca serviks yang tahun sebelumnya telah dikhususkan pada 12 titik desa di wilayah kecamatan Jekulo Kudus.

Rini Astuti Rahmad, pemerhati perempuan sekaligus penggiat cr Serviks di Kabupaten Kudus, saat ditemui Isknews.com pada sebuah kesempatan mengatakan bahwa berawal dari keprihatinan terhadap masyakarat yang masih minim dan tingkat kesadaran akan pentingnya kesehatan pribadi nya dan orang banyak, maka kami menggelar sosialisasi ini.

Pihaknya menambahkan, “Lewat sosialisasi ini, selain informasi kesehatan mengenai kanker serviks, juga kami memberikan pendampingan disaat terjangkit penyakit tersebut, dari mulai bidan desa ke puskesmas setempat, hingga dibantu ke rumah sakit rujukan.”tandasnya.

Saat ini penyebab paling utama adalah adanya Human Papilloma Virus atau HPV. Virus papilloma ini telah diketahui sebagai penyebab dari 99.7% kasus dari kanker serviks. Virus ini memiliki ukuran yang kecil, dengan diameter yang sekitar pada 55 nm.

“Ada lebih dari 100 jenis virus HPV, dari jenis jenis ini yang paling banyak ditemukan adalah HPV dengan tipe 58, 56, 52, 51, 45, 35, 33, 31, 18, dan juga 16.  Untuk 70% dari penyebab kanker serviks yang terdiagnosa adalah diakibatkan oleh HPV dengan tipe 16 dan juga 18,” jelasnya.

Secara alami, sebagian besar virus HPV yang menyerang akan menghilang karena adanya sistem kekebalan tubuh. Namun beberapa virus tidak terbasmi dan tetap berada di tubuh manusia.

Keadaan HPV yang terus menetap inilah yang kemudian menjadi penyebab adanya perubahan pada bagian sel leher rahim menjadi penyakit kanker serviks.

“Waktu yang dibutuhkan untuk sebuah infeksi HPV dari tahap pra kanker sampai berubah menjadi kanker serviks dapat memakan periode mencapai 10 hingga 20 tahun,” tuturnya.

Faktanya semua orang dapat terinfeksi virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks tidak peduli baik wanita atau juga pria. Infeksi HPV ini terutama ditularkan melalui adanya kontak kelamin, tidak hanya dari hubungan seks.

Infeksi ini sangat mudah menular, sehingga para wanita yang telah pernah melakukan hubungan seks akan dapat memiliki resiko terkena penyakit kanker leher rahim. Hal ini dibutuhkan metode yang benar untuk mendeteksi keberadaan kanker serviks ini.

Metode skrining ini adalah metode yang efektif untuk mengetahui adanya tanda pra kanker atau yang disebut ciri-ciri kanker serviks, sehingga akan membantu penanganan kanker serviks secara tepat sejak dini. Tentunya metode skrining ini hanya berfungsi untuk mengetahui adanya kanker serviks dan bukan sebagai cara mencegah kanker serviks.

Skrining sendiri dapat dilakukan dengan metode pemeriksaan Papsmear atau juga IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) test. Berikut ini penjelasannya :

Papsmear adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan pada sel permukaan pada leher rahim untuk mendeteksi adanya kanker leher rahim.

Tes ini dilakukan pada wanita yang telah melakukan hubungan seks dan dengan memenuhi syarat , telah selesai haid paling tidak 3 hari, tidak berada dalam kegiatan seksual paling tidak 3 hari, tidak menggunakan obat obatan yang berhubungan dengan intravagina.

Tes ini digunakan untuk mendeteksi apakah terdapat perubahan perubahan pada sel leher rahim yang dalam kondisi abnormal. Tahap pemeriksaannya dilakukan dengan cara mengambil cairan yang ada di leher rahim dengan menggunakan spatula yang kemudian sample tes ini diperiksa dengan menggunakan mikroskop.

IVA test memiliki pengertian inspeksi visual dengan asam asetat adalah suatu metode cara lain yang dapat digunakan untuk mengetahui dan mendeteksi mengenai adanya tanda tanda terdapat kanker serviks.

Caranya adalah dengan menyemprotkan cairan asam asetat dalam konsentrasi 3% sampai 5% di daerah mulut rahim. Kemudian dari semprotan ini, dilihat apakah terdapat suatu perubahan warna menjadi warna putih ke daerah yang disemprotkan tadi.

Bagi wanita yang secara aktif telah sering melakukan hubungan seksual akan sangat disarankan untuk melakukan metode skrining dengan menggunakan cara papsmear maupun dengan IVA test.

Untuk menghindari terkena kanker serviks terdapat cara pencegahan yang saat ini telah dikenal dalam dunia medis secara luas yaitu dengan vaksinasi.

Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa banyak terjadi kasus kanker serviks di Indonesia adalah karena minimnya pengetahuan mengenai kanker serviks. Sehingga membuat rendahnya kesadaran masyarakat mengenai vaksinasi dari kanker serviks ini.

Vaksinasi HPV merupakan cara yang efektif dalam menghindarkan diri dari penyakit ini. Vaksin tersebut akan berguna untuk meningkatkan performa dari sistem kekebalan tubuh untuk mengenai dan juga menghancurkan virus HPV ketika mulai masuk ke tubuh.

Hal ini dapat mencegah terjadinya infeksi pada tubuh akibat terkena virus HPV.

Cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebiasaan perilaku seksual dalam standar yang sehat. Akan lebih baik jika anda melakukan metode deteksi dini ini secara teratur beberapa waktu sekali sehingga akan menjaga diri anda dari potensi kanker serviks yang lebih parah.

Dengan metode pencegahan ini seharusnya angka dari penemuan kanker serviks dan kematian yang diakibatkan oleh kanker serviks diharapkan dapat menurun.

“Sesuai arahan dari Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, diharapkan informasi dari sosialisasi ini bisa diteruskan ke bawah, karena penyakit ini di Indonesia sudah termasuk akut atau darurat,”Pungkasnya. (YM/AS)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.