Masjid Agung Kudus sembelih 9 Kerbau dan 6 Kambing, 1 Hewan Mengandung Cacing Hati

oleh -2,315 kali dibaca
Foto: Pemeriksaan oleh tim dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus

Kudus, isknews.com – Masjid Agung Kudus mengadakan penyembelihan hewan kurban idul adha pada hari pertama tasyrik, Selasa (28/6/2024), yakni ada sebanyak 9 ekor kerbau dan 6 ekor kambing.

Panitia kurban Masjid Agung Kudus bekerjasama dengan dinas pertanian dan pangan untuk melakukan pemeriksaan antemortem (Pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong) dan pemeriksaan postmortem (Pemeriksaan kesehatan karkas, daging dan organ setelah hewan disembelih),

Erman Satya Nugraha, Dokter Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menyebut jika satu ekor hewan kurban di Masjid Agung Kudus, mengandung cacing hati, ”Dari sembilan kerbau tedapat satu ekor yang mengandung cacing hati,”

Sebelumnya, cacing hati ini ditemukan saat hewan kurban tersebut disembelih dan telah dibelah bagian hatinya. Saat diperiksa, terdapat cacing hati di bagian tersebut.

”Pemeriksaannya dengan cara disayat hatinya, lalu dilihat dengan jeli ada cacingnya apa tidak,” ujarnya.

Bagian yang terinfeksi cacing hati itu kemudian langsung disingkirkan agar tidak tercampur dengan yang lainnya. Bagian yang terdapat cacing hati itu juga tidak dibagikan.

”Hati yang terinfeksi cacing langsung disingkirkan agar tidak tercampur dan dibagikan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, cacing hati dapat menular ke manusia bila dikonsumsi. Namun, risikonya tidak tinggi. Daging hewan yang terinfeksi cacing hati masih layak dikonsumsi. Hanya bagian yang terinfeksi saja yang tidak boleh dikonsumsi.

Sementara Panitia Kurban Masjid Agung Kudus, Moh Makhsun jika tahun ini jumlah hewan yang disembelih lebih banyak dari tahun sebelumnya,

“Ya, untuk tahun ini meningkat di jumlahnya, jika tahun kemarin 7 kerbau dan kambingnya 4 ekor, Alhamdulillah tahun ini ada 9 kerbau dan 6 kambing, yang kerbau ada yang melalui syirkah (7 orang), ada pula 1 kerbau dirombong langsung pihak perusahaan swasta,” bebernya.

Dalam pembagainnya, daging dilapisi daun jati, lalu dibungkus plastik. Daun jati dipilih karena lebih mudah didapatkan ketimbang daun lainnya, seperti daun pisang atau daun talas. Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, panitia kurban Masjid Agung Kudus menyediakan daun jati sebanyak lima ikat besar.

Tak hanya itu, bagian jeroan hewan kurban yang dibagikan juga direbus setengah matang. Ini dilakukan agar bagian dalam hewan kurban itu tidak menimbulkan bau menyengat.

Diketahui, Penerima daging yakni selain mudhokhi (orang yang berkurban) juga lingkungan sekitar Masjid, tetangga pengurus, dan beberapa lembaga atau yang mengajukan surat,

“Penerima diantaranya orang yang berkurban, sebanyak 15 bungkus dibagikan ke tetangga sekitar masing-masing pengurus, dengan total 3000an bungkus.” Bebernya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :